Jakarta, MobilKomersial.com - Menjadi penerus perusahaan keluarga yang telah dirintis sejak tahun 1968 merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban Johanes Cokrodiharjo yang merupakan generasi kedua dari pendiri PT. Danapersadaraya Motor Industry (PT. DMI). Dimulai dari industri rumahan dengan dua produk andalan seperti spare part motor dan helm, PT Danapersadaraya Motor Industry (PT. DMI) yang merupakan produsen dari helm merk NHK, GM, VOG, MAZ dan MIX, mulai memainkan peranan besar pada tahun 2004 dan menjadi tahun inovasi bagi PT DMI hingga kini.

Berkat Pak Jo (sapaan akrab), dengan penerus generasi kedua lainnya yang membidangi lahirnya helm-helm yang lebih inovasi dari segi tampilan dan kualitas serta didukung teknologi injeksi plastik dan CNC yang canggih. Johanes Cokrodiharjo merupakan Direktur Marketing PT. Danapersadaraya Motor Industry (PT. DMI).

“Bila saat ini kita melihat banyak pengendara motor memakai helm pasti tidak heran, tetapi kita pasti heran kalau para pengendara motor memakai helm bukan karena untuk melindungi kepala dari ancaman benturan dengan benda keras saat terjatuh dari motor melainkan karena alasan gaya hidup dan fesyen. Memang, pada prinsipnya, tidak ada helm yang menjamin keselamatan pengendara. Hingga kini pun, tidak ada perusahaan yang mengklaim 100 persen Si Pengendara bisa ‘selamat’ dalam kecelakaan.”

Itulah kenyataannya, hanya segelintir orang yang sadar akan arti sesungguhnya dari menggunakan helm saat berkendara sepeda motor. Seperti yang diungkapkan oleh Johanes Cokrodiharjo, Direktur Marketing PT Danapersadaraya Motor Industry (PT. DMI) yang merupakan produsen dari helm merk NHK, GM, VOG, MAZ dan MIX.  

Lebih lanjut Pak Jo mengatakan, “walaupun inovasi kami selalu memikirkan tentang keselamatan pengendara motor, tetapi ide tersebut tidak berjalan dengan mulus seperti saat ini. Sulit memberikan pengertian kepada pengendara motor di Indonesia agar sadar menggunakan helm  untuk keselamatan, mereka baru mulai memakainya karena untuk gaya (fesyen),” ujarnya.

PT. Danapersadaraya Motor Industry (DMI) sebagai perusahaan yang didirikan sejak tahun 1968 bertekad menjadikan produknya go international. Dalam masa membangun brand image, akhirnya tercetus kembali ide sekitar tahun 1970 yang merupakan awal memproduksi helm sendiri dengan teknologi yang masih konvensional dan masih berbahan dasar fiber yang memproduksi helm berbentuk bulat. 

“Mulai Tahun 80-an dimana industri teknologi injeksi plastik dan CNC  mulai masuk pasaran maka PT. DMI mulai membuat dan memproduksi helm yang lebih berkualitas lagi  dengan mempergunakan mesin plastik injection. Meskipun saat itu helm-helm dari pabrikan Jepang seperti Shoi, Arrai dan Maruzin merajai pasar helm Indonesia. Produksi helm dari DMI tidak kalah dengan semakin inovatifnya produk-produk seperti helm cakil dan helm dibelakangnya dengan model papan. Pada saat itu produk helm modelnya kaku dan tidak cantik itu-itu saja bentuknya ,” Terang Pak Jo dengan lugas.

Pak Jo sendiri mulai masuk ke DMI sekitar tahun 2000-an, sebelum PT. DMI yang dipimpinnya saat ini, awalnya mulai mengembangkan sayapnya pada tahun 90-an hingga masuk tahun 2000. Selain menggunakan mesin CNC dan  mesin plastik injection, saat ini yang dilakukan PT. DMI terus menaikkan produksinya yang produknya mulai mengarah lebih stylish dan tampilan desain yang menarik. 

Tahun 2004 merupakan tahun inovasi bagi PT. DMI dan generasi keduanya Pak Jo. Saat itulah banyak lahirnya helm-helm yang lebih inovasi dari segi tampilan dan kualitas. Dengan semakin banyaknya varian produk yang diproduksi oleh PT. DMI yang semakin lebih inovatif, banyak bermunculan produk-produk varian baru seperti merek helm GM, NHK, VOG, MAZ. Untuk NHK, ada NHK Godzilla yang merupakan varian produk-produk terbaru yang inovatif. 

Konsep lainnya adalah mulai diperkenalkannya helm yang ditujukan untuk anak-anak. Beberapa diantaranya adalah GM Fighter Kids, GM Kiddy dan GM Teen. Dari remaja hingga balita telah dibuat helmnya.

“PT. DMI sudah mempersiapkan helm khusus untuk balita, yang memiliki ukuran batok disesuaikan dengan kepala anak dan memiliki bobot yang jauh lebih ringan dari helm-helm pada umumnya,” tambah beliau.

"Evolusi model helm sekarang ini kan sudah menjadi bagian dari gaya. Dimana desainnya lebih futuristik. Nah saat ini, fitur andalan diantaranya ada double visor untuk penggunaan siang hari, sistem pengoperasiannya sudah menganut sistem quick release. Jadi pengendara tinggal menekan tombol yang berada di belakang tuas pemasangan double visornya,” terang Pak Jo.

Bahkan NHK Godzilla juga tersemat fitur-fitur untuk menambah keamanan ketika di tempat parkir. Fitur ini terletak di bagian samping helm yang dinamakan fitur anti maling (smart protection system) yang merupakan tali baja di dalam pengikat helm.

"Tali baja ini akan memberikan keamanan lebih ketika helm berada ditempat parkir. Meskipun tali ini masih bisa dipotong bila menggunakan tang. Tapi setidaknya tidak bisa putus dengan gunting, silet maupun pisau", tambahnya.

Dari segi perdangangan  PT. DMI pun sering berhadapan dengan kompetitor produk lokal maupun produk  mancanegara seperti Helm dari Thailand, Malaysia dan China. “PT. DMI saat ini  sudah siap menyongsong era AFTA, dengan demikian kami siap bersaing dengan produk mancanegara. Apalagi Helm DMI ini juga sudah merambah pasar Eropa.” Tutup Pak Jo.

Share :

Spesialis Tune Up, Fast Bengkel Surabaya Punya Standart Diler Resmi

Bengkel Fast Surabaya menjadi salah satu perusahaan otomotif yang bergerak di bidang perawatan kendaraan Roda empat yang siap menjadi rekan bagi para pengguna mobil.

Read More
Nama PO EKA - MIRA, Ternyata dari Nama Anak Sang Pemilik

Sejarah PO.Eka-Mira berasal dari sebuah toko kain yang berada di Jl Mojopahit

Read More
Si Gajah dari Temanggung, PO Safari Dharma Raya

Kenapa gajah menjadi ciri khas dari PO Safari Dharma Raya ini?

Read More