MobilKomersial.com - Seiring kelangkaan bahan bakar solar serta kenaikan bahan bakar minyak menjadi inisiasi mahasiswa Institut Teknologi Telkom Surabaya (IT Telkom Surabaya/ITTS) untuk menciptakan sebuah inovasi dengan mengonversi truk bertenaga diesel menjadi truk bertenaga listrik.

Inovasi anak bangsa ini telah dikembangkan dari inovasi sebelumnya khususnya dari segi baterai listrik sebagai sumber energinya untuk membantu memecahkan permasalahan lingkungan akibat gas emisi kendaraan berjenis truk.

Baca Juga: Mobil Formula Listrik Garuda EV-22 Karya Mahasiswa UNY Sabet 3 Penghargaan di IIMS 2022

Rektor ITTS, Tri Arief Sardjono mengatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik sejauh ini lebih banyak dilakukan pada kendaraan berjenis penumpang. Inovasi truk listrik itu merupakan terobosan baru dalam mengembangkan kendaraan listrik berjenis angkutan barang.

"Harapannya, bisa meningkatkan efektivitas sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar solar yang digantikan oleh listrik yang di-support oleh Yayasan Pendidikan Telkom, PLN, dan juga dishub sebagai regulator,” jelasnya dalam keterangannya, Rabu (11/5/2022).

Menariknya, Arief memaparkan bahwa truk listrik yang dinamai 'Mobil Toko' ini telah dikembangkan dari sebuah truk bekas.

Baca Juga: Kerjasama Undip, Laksana dan PO Sumber Alam, Lahirkan Bus Anticovid Pertama di Indonesia

"Truk ini telah memanfaatkan mobil bekas atau truk bekas yang memang kondisi mesinnya sudah rusak atau emisinya terlalu besar. Kemudian mesin diturunkan, diganti dengan motor dan baterai listrik," terangnya.

Truk jenis pikap atau kendaraan angkut barang ini, lanjut Arief, dinamai dengan Mobil Toko yang telah dikembangkan dari sebelumnya yang hanya mampu berjalan dua putaran sekarang mampu menjadi lima putaran tanpa ada masalah dengan baterainya.

"Mobil jenis pikap atau kendaraan angkutan barang ini dinamai Mobil Toko. Artinya kalau nge-drop kan mesti terlihat, tetapi sudah dicoba dan baterai masih terlihat penuh,” jelas Rektor Arief.

Berdasarkan uji coba dengan penambahan kapasitas dua baterai, truk listrik bisa menempuh jarak hingga 80 km. Kini mobil ini akan segera dilakukan uji coba beban dan berencana akan diberangkatkan ke Madiun ke Karoseri Gunung Mas untuk dimodifikasi jadi Mobil Toko.

Baca Juga: UGM Luncurkan Bus Listrik Trans Gadjah Mada, Terkoneksi Trans Jogja

Soal performanya, truk listrik buatan anak bangsa ini mampu melaju dengan kecepatan 30-40 kpj pada saat berada di rasio gigi 1 dan 2. Namun, pihak universitas mengklaim bahwa kecepatan truk listrik ini mampu mencapai 80 kpj dengan menggunakan transmisi dari basis truk aslinya.

Meski belum ada rencana untuk produksi masal, pengembangan truk listrik ini masih akan terus dilakukan. "Rencana tahap pertama ini kita jadikan Prototype real Mobil Toko yang nanti bisa dikomersialkan dulu,” pungkas Rektor Arief.

Share :

Gaussin-Charbone Hydrogen, Percepat Penyebaran Kendaraan Bebas Emisi di Kanada

Dalam perjanjian tersebut, kedua perusahaan telah sepakat dalam membuat usaha patungan untuk mempercepat penyebaran kendaraan pintar dan bebas emisi Gaussin di wilayah tersebut.

Read More
Percepat Pemasaran Truk Listriknya, Volta Trucks Jalin Kemitraan dengan Paneltex

Volta Trucks mengaku bahwa alasan berkolaboraasi dengan Paneltex, disebabkan dengan keahlian Paneltex yang telah menghadirkan portofolio dan produk karoseri truk berkualitas tinggi selama tiga tahun.

Read More
Fuso Fighter X Hadirkan Varian Sasis Lebih Panjang, Cocok Buat Karoseri Ini

Dengan sasis sepanjang 9,8 m tersebut, KTB mengklaim bahwa sasis tersebut cocok untuk diaplikasin ke beberapa jenis karoseri seperti tangki, flat deck, bak besi, los bak, box besi hingga dapat dijadikan truk wingbox yang biasanya diaplikasi pada truk tuga

Read More