MobilKomersial.com - Sebagai perusahaan penyedia transportasi darat, Damri telah melakukan berbagai persiapan penyelenggaraan mudik selama periode Angkutan Hari Raya Idul Fitri (AHRI) 1443 H Tahun 2022.

Persiapan yang dilakukan Damri salah satunya adalah kegiatan rampcheck armada yang dilakukan di berbagai tempat yang disediakan seperti Pool Damri Kemayoran, Pool Bogor, Pool Kerangkeng, Pool Pupar, dan Pool Tipar.

Baca Juga: Konsumsi Pertamax Diprediksi Meningkat 14 Persen Saat Mudik Lebaran 2022

Plt. Corporate Secretary Damri, Siti Inda Suri mengatakan bahwa Damri siap menyelenggarakan layanan Angkutan Hari Raya Idul Fitri (AHRI) dengan berpedoman pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 23 Tahun 2022.

“Damri akan mengerahkan 460 armada bus yang telah melalui serangkaian proses rampcheck yang dialokasikan untuk mudik lebaran,” ucapnya dalam keterangan resminya, Selasa (5/4/2022).

Adapun jumlah trip yang akan dijalankan oleh Damri pada H-10 jelang Lebaran hingga H+10 pasca Lebaran adalah 8.715 perjalanan dengan prediksi pelanggan kurang lebih sebanyak 200.000 orang di luar pelanggan regular.

Siti Inda mengungkapkan bahwa arus mudik paling besar berada di Pulau Jawa, sedangkan keberangkatan paling banyak berasal dari DKI Jakarta. Kemudian wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan keberangkatan mudik antara lain Yogyakarta dan Bandung.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2022, Begini Arahan Menhub Soal Keselamatan Angkutan Jalan

“Kami juga menyiapkan penyelenggaraan Posko AHRI di lingkungan Damri akan berlangsung pada 15 April 2022 hingga 15 Mei 2022. Adapun terdapat beberapa cabang yang akan menjadi pantauan nasional selama AHRI, yakni Jabodetabek, Lampung, Palembang, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kami pastikan persiapan sarana dan prasarana akan memadai, sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh pelanggan Damri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Siti Inda menambahkan bahwa persyaratan perjalanan Damri terbaru untuk mudik lebaran masih akan disesuaikan kembali dengan peraturan terbaru dari Pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kegiatan mudik Lebaran 2022 diperbolehkan, dengan syarat harus sudah mendapatkan vaksin dua kali dan satu kali booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, Damri juga telah resmi membuka tiket perjalanan selama mudik lebaran yang dapat dipesan melalui aplikasi DAMRI Apps dan situs tiket damri.co.id, dengan batas penjualan seat 70% untuk wilayah PPKM level 3 dan 4, sedangkan 100% untuk wilayah PPKM level 1 dan 2.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2022, BPJT Pastikan Kesiapsiagaan Jalan Tol di Indonesia

Damri mengimbau kepada seluruh pelanggan yang akan melakukan perjalanan dengan agar mengatur waktu perjalanan sebaik-baiknya dengan melakukan reservasi tiket online melalui Aplikasi Damri Apps. Namun, untuk daerah di Indonesia Timur dan Kalimantan Utara, pemesanan tiket dapat dipesan melalui loket keberangkatan. Hal tersebut dikarenakan pemesanan melalui online masih sulit dilakukan karena sinyal yang kurang memadai. Meskipun demikian, Damri tetap memproses pencatatannya secara digital.

“Kami berharap masyarakat dapat menggunakan Damri sebagai moda transportasi pilihannya karena Damri selalu mengedepankan protokol kesehatan secara ketat baik saat berada di Pool maupun selama dalam perjalanan,” tutup Siti Inda Suri.

Share :

Damri Hadirkan Layanan Bus Perintis Hingga ke Pelosok Aceh

Damri terus mendukung layanan angkutan perintis untuk menghubungkan daerah satu dengan lainnya guna menjalankan fungsinya sebagai “agent of development” dalam meningkatkan pengembangan wilayah tersebut

Read More
Simak Syarat Perjalanan Terbaru Naik Bus Damri

Diharapkan hal ini mampu meningkatkan kembali animo masyarakat dalam menggunakan transportasi darat, tentunya dengan harapan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

Read More
Dukung KTT G20, Bus Listrik Merah Putih Buatan ITS Rampung pada Oktober 2022

Pengembangan Bus Listrik Merah Putih tersebut akan terus dilakukan setelah digunakan untuk KTT G20. Bus-bus ini akan digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia.

Read More