MobilKomersial.com - Produsen ban terkemuka asal Amerika Serikat (AS), Goodyear Tire & Rubber Company sebagai perusahaan induk PT Goodyear Indonesia telah memperkenalkan ban model barunya yang menggunakan 70% kandungan bahan berkelanjutan.

Ban 70% berbahan ramah lingkungan ini mencakup 13 bahan unggulan di sembilan komponen ban yang berbeda. Mulai dari karbon hitam disertakan dalam ban sebagai penguat kompon dan membantu meningkatkan umur ban dimana secara tradisional dibuat dengan membakar berbagai jenis produk minyak bumi.

“Kami menetapkan tujuan ambisius pada tahun 2020 untuk membuat ban yang 100% terbuat dari bahan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan dan para ilmuwan serta insinyur kami telah membuat kemajuan besar menuju tujuan tersebut," jelas Chris Helsel selaku Wakil Presiden Senior, Operasi Global dan CTO Goodyear mengutip laman resminya, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga: Goodyear Kenalkan Ban Baru Khusus Mobil Listrik

Ban ini menampilkan tiga karbon hitam berbeda yang dihasilkan dari metana, karbon dioksida, dan minyak nabati.

Kemudian penggunaan minyak kedelai pada ban merupakan inovasi penting Goodyear yang membantu menjaga kompon karet ban tetap lentur dalam perubahan suhu. Minyak kedelai adalah sumber daya berbasis natura, yang mengurangi penggunaan produk berbasis minyak bumi oleh Goodyear.

Selain itu, ban baru Goodyear ini mengandung beragam jenis silika unik yang dihasilkan dari abu sekam padi, yang merupakan hasil samping pengolahan beras yang sering dibuang khususnya ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Berikut Kelebihan Ban Spherical Eagle 360, Kolaborasi Goodyear dan Citroën

Silika berkualitas tinggi telah dihasilkan dari abu limbah tersebut. Silika merupakan bahan yang sering digunakan pada ban untuk membantu meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

Selanjutnya, poliester didaur ulang dari botol plastik dan limbah plastik lainnya dengan mengubah poliester menjadi bahan kimia dasarnya dan mengubahnya menjadi poliester tingkat teknis yang layak untuk tali ban.

“Ini adalah pencapaian menarik yang menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan penggunaan material berkelanjutan pada ban kami,” tutur Chris Helsel.

Sayangnya, ban bahan ramah lingkungan 70% masih dalam tahap produksi sebagai ban demonstrasi.

Baca Juga: Minimalisasi Kecelakaan Truk, Goodyear dan Plus Berkolaborasi di Truk Otonom

Share :

Lewati Rangkaian Uji Laik Fungsi, Jalan Tol Binjai - Stabat Siap Beroperasi

Untuk ruas Binjai - Stabat yang telah melalui tahapan ULF progresnya sudah mencapai 100% dan telah selesai konstruksinya. Ditargetkan Seksi 1 dari Binjai - Pangkalan Brandan akan rampung konstruksinya dan tersambung pada akhir tahun 2022 mendatang.

Read More
Hyundai Pimpin 87,3% Pasar Kendaraan BEV Indonesia di Tahun 2021

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2021, model BEV Hyundai mendominasi penjualan ritel di segmen tersebut dengan 605 unit yang terjual dari total 693 transaksi ritel yang dibukukan Gaikindo.

Read More
SGC Boot Bertenaga Hidrogen Siap Ikuti Baja 1000

embuat mobil Scuderia Cameron Glickenhaus (SGC) telah merilis gambar terbaru SGC Boot, kendaraan balapnya yang akan mengambil bagian dalam off road Baja 1000 November tahun ini. SGC Boot berkonsep pikap boot berbahan bakan hidrogen dengan nol emisi. Seca

Read More