MobilKomersial.com - Dalam mengadapi transisi energi yang saat ini juga hadir dalam bidang otomotif, yakni kendaraan listrik, Pertamina Patra Niaga turut berinovasi untuk memastikan bahwa Pertamina telah membuat layanan yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Alfian Nasution menyatakan bahwa transisi energi yang terjadi ini merupakan sebuah tantangan namun sekaligus sebuah kesempatan bagi perusahaan.

“Dewasa ini mulai banyak industri otomotif memperkenalkan kendaraan listrik di Indonesia, dan kedepan pasti akan diminati masyarakat dimulai di kota-kota besar. Tentu disatu sisi ini merupakan disrupsi bagi kami selaku BUMN yang selama ini menyediakan produk bahan bakar minyak, namun disisi lain kami melihat ini sebagai peluang bagaimana memanfaatkan jaringan ritel yang Pertamina miliki untuk dimanfaatkan dan mendukung percepatan terciptanya ekosistem bagi kendaraan listrik,” kata Alfian dalam laman resminya, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Ini Komitmen Hyundai dalam Perkembangan Ekosistem EV di Indonesia

Sebagai perusahaan yang melayani dan menyalurkan kebutuhan energi masyarakat, bentuk dukungan terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik saat ini Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 5 (lima) unit Charging Station yang berlokasi di SPBU Pertamina.

Menurut Alfian, Charging station ini memang bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan, terintegrasi dalam konsep baru SPBU ramah lingkungan yakni Green Energy Station (GES) yang telah diresmikan Agustus lalu.

Sejak charging station tersebut dapat digunakan, Pertamina Patra Niaga terus memantau transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik. Sejak Februari hingga Oktober, setidaknya tercatat ada lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

“Saat ini mayoritas penggunaan charging station di SPBU GES Pertamina oleh kendaraan umum dan taksi online sebagai mitra kami dalam mengembangkan ekosistem hilir kendaraan listrik," ungkapnya.

Baca Juga: Kemenhub Apresiasi Langkah Pertamina Bangun 2 SPKLU

"Namun, sekitar 10% dari angka tersebut, charging station dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi. Inilah peluang yang ingin kami ambil, lokasi strategis SPBU akan kami manfaatkan untuk pengembangan infrastruktur hilir kendaraan listrik,” lanjut Alfian.

Selain charging station, Alfian mengatakan bahwa saat ini Pertamina Patra Niaga juga sedang menyiapkan outlet dan layanan battery swapping station (BSS) bagi motor listrik yang juga akan berlokasi di beberapa SPBU GES di wilayah Jakarta.

“Sama seperti charging station, outlet dan layanan BSS akan kami coba kembangkan terlebih dahulu bersama mitra. Kami targetkan program BSS ini akan berjalan secepatnya sebagai komitmen perusahaan terhadap salah satu poin Environmental, Social, and Governance (ESG) yakni menyediakan akses energi yang lebih baik bagi masyarakat, sebagai upaya mendorong penurunan emisi karbon, serta untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik khususnya di sisi hilir,” paparnya.

Share :

Gandeng OMB Saleri, Bosch Siap Produksi Komponen Sistem Tangki Hidrogen Kendaraan

Bosch dan OMB Saleri berharap bahwa kemitraan yang mereka lakukan sekarang untuk komponen sistem pengisian bahan bakar hidrogen akan memperluas posisi pasar mereka di sektor hidrogen.

Read More
Raih Indonesia Best Brand Award, Presiden Bridgestone: Kado Terbaik di Tahun 2021

Penghargaan kepada Bridgestone sebagai Indonesia Best Brand Award adalah kado terbaik buat kami untuk menutup tahun 2021.

Read More
Stop Produksi Karimun Wagon R, Suzuki Fokus Kembangkan Kendaraan Hybrid

Komitmen untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan ini mengharuskan perusahaan mengalihkan prioritasnya. Sehingga dengan adanya kendaraan elektrifikasi akan berdampak terhadap berhentinya produksi salah satu kendaraan konvensional legendaris Suzuki,

Read More
honda

Terkini

Terpopuler