Jakarta, MobilKomersial.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menerbitkan Surat Edaran (SE) 43/2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.

Regulasi baru ini mengatur perjalanan orang dengan transportasi darat pada masa kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.

"Kita di Ditjen Hubdat membuat SE 43 Tahun 2021 sebagai penjabaran terhadap PPKM darurat. Saat sekarang ini sebaran masyarakat yang terkena Covid 19 beresiko sedang sampai tinggi ada di Jawa-Bali. SE ini lebih fokus untuk melindungi pulau Jawa-Bali," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (3/7/2021). 

Dalam SE disebutkan, bahwa perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR berlaku maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan yang berlaku untuk perjalanan di Pulau Jawa dan Bali.

Baca juga : PPKM Darurat Jawa-Bali: Pengguna Bus, Pesawat dan Kereta Api Wajib Bawa Kartu Vaksin

Untuk di luar Pulau Jawa dan Bali cukup dengan menunjukkan hasil test RT-PCR atau antigen, sementara di wilayah aglomerasi maupun perjalanan rutin tidak wajib menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes.

Khusus untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

"Sementara untuk angkutan penyeberangan juga berlaku hal yang sama, dengan menunjukkan kartu vaksin pertama serta RT-PCR maksimal 2x24 jam atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu penumpang angkutan penyeberangan juga diwajibkan mengisi e-HAC," ujarnya.

Adapun surat edaran ini mulai berlaku efektif pada Senin, 5 Juli 2021 sampai dengan Selasa, 20 Juli 2021 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan maupun perkembangan terakhir di lapangan.

Simak juga : Covid-19 Semakin Parah, GIIAS 2021 Diundur Hingga Bulan September

Dirjen Budi menegaskan bahwa dengan hadirnya aturan ini masyarakat tetap melakukan 3M sebagai langkah preventif saat menggunakan moda transportasi darat. Untuk syarat testing atau vaksinasi untuk wilayah perbatasan, 3T, dan pelayaran terbatas menyesuaikan kondisi daerah masing-masing.

"Ketentuan seperti ini berlaku dengan harapan kita melakukan pengetatan sehingga masyarakat tidak melakukan perjalanan. Selain itu juga ada pembatasan kapasitas angkut bagi moda transportasi darat. Jadi akhirnya kami memutuskan baik kendaraan bermotor umum, pribadi, dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan kapasitasnya adalah 50%," terang Dirjen Budi.

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan random sampling bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di terminal serta di beberapa rest area yang dikoordinir oleh pihak kepolisian.

Share :

Hino Insurance, Cara HMSI Berikan Total Support Ekstra Proteksi Untuk Truk dan Bus

peluncuran ini digadang untuk membalas 40 tahun kepercayaan Hino loyal customer. Melalui Hino Insurance ini, pihaknya mengklaim akan memberikan layanan Total Support yang extra proteksi.

Read More
UD Trucks Beri Edukasi Pengemudi di GIIAS 2022, Wujudkan Kunci Sukses Transportasi Komersial

Program edukasi atau pelatihan pengemudi yang hadir di GIIAS 2022 ini diikuti oleh sekitar 35 pengemudi armada UD Trucks yang berasal dari beberapa bisnis yang dijalankan oleh para konsumen setianya.

Read More
Dari Euro 4 Hingga Elektrik, KTB Pamer Truk dan Bus Ramah Lingkungan di GIIAS 2022

Adapun line-up produk kendaraannya yang hadir di GIIAS 2022, antara lain, 3 unit Fuso bersertifikasi Euro 4 dan truk tugas ringan (light duty) bertenaga listriknya yaitu, Fuso eCanter. Truk listrik itu juga bisa dirasakan melalui test-ride.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler