Jakarta, MobilKomersial.com - Memiliki mobil tentu juga punya kewajiban untuk membayar pajak kepada negara. Pajak bagi mobil ini pun bervariasi sesuai dengan model serta kapasitas mesin dari mobil Anda. Pajak ini pun harus dibayarkan setiap tahun dan ada yang setiap 5 tahun sekali untuk membuktikan mobil Anda masih layak jalan.

Setiap mobil yang terdaftar di Indonesia pasti akan memiliki surat-surat kendaraan seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan juga BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). STNK inilah yang harus dibayarkan oleh pemilik mobil setiap tahunnya.

Sekarang ini, untuk membayar pajak kendaraan para pemilik mobil sudah dimudahkan dengan beberapa pilihan. Jika dahulu setiap pemilik mobil harus datang ke kantor Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap), tapi sekarang ini bisa dilakukan dalam beberapa opsi berikut ini.

Datang Langsung ke Kantor Samsat

Ini adalah cara yang paling lama dilakukan oleh pemilik mobil. Jika memilih datang langsung, Anda harus membawa segala persyaratan untuk bisa membayar pajak seperti KTP, BPKB, dan STNK asli. Biasanya sudah difotokopi dan legalisir. Proses pengurusan ini tidaklah rumit, hanya saja memakan waktu karena antre. 

Saat di kantor Samsat, Anda juga dapat memanfaatkan layanan jasa Samsat Drive Thru yang lebih praktis. Proses pembayaran pun bisa menggunakan kartu debit. Tapi ada persyaratan, seperti mobil tidak dalam status blokir, harus sesuai dengan identitas yang tertera di STNK dan tidak bisa diwakilkan.  Ini yang terkadang sulit untuk dilakukan oleh pemilik mobil karena sifatnya yang tidak bisa diwakilkan. 

Baca juga : Jangan Asal Isi Tekanan Angin pada Ban Mobil, Berapa Tekanan yang Pas?

Membayar Pajak Kendaraan Online

Di era digital sekarang ini perpanjangan pajak atau STNK juga bisa dilakukan secara online. Metode ini lebih memudahkan bagi pemilik mobil dan persyaratan yang dibutuhkan juga tidak sebanyak metode konvensional, hanya butuh KTP dan STNK saja. 

Caranya Anda harus mengunduh dulu aplikasi Samsat Online Nasional yang tersedia Google Play Store. Sementara ini memang aplikasi Samsat Online Nasional baru ada untuk smartphone berbasis Android. Berikutnya adalah melakukan registrasi diri dan juga kendaraannya. Jika data sudah terisi dengan baik dan benar, klik tombol lanjutkan, apabila tidak ditemukan data regident kendaraan bermotor maka akan terdapat info pemberitahuan. Bila ditemukan, maka akan tampil info data kendaraan, biaya pembayaran dan kode billing. 

Untuk melakukan pembayaran melalui Samsat online, cukup input nomor polisi kendaraan dan NIK pada KTP. Setelah itu pembayaran bisa dilakukan via transfer bank. Sebagai catatan, rekening pemilik harus sama dengan data pada KTP dan STNK. Anda tidak bisa menumpang bayar dari rekening orang lain atau membayarkan pajak kendaraan milik orang lain.

Share :

Mau Gowes Nyaman, Perhatikan Tips Bawa Sepeda Menggunakan Mobil

Untuk menuntaskan hasrat bersepeda dengan persiapan matang, beberapa persiapan perlu Anda lakukan.

Read More
Tips Pasang Aksesori Pada Mobil Biar Tampil Makin Keren

Sebagai pemilik mobil, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyegarkan tampilan mobil agar terlihat berbeda, salah satunya adalah menggunakan aksesori.

Read More
Kendaraan Niaga Jadi Penyumbang Emisi Tertinggi, Berikut Tips Hemat BBM Ala Hankook

Hankook Tire mengajak pemilik kendaraan komersial seperti bus dan truk untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Read More