Jakarta, MobilKomersial.com – Para pabrikan kendaraan komersial saat ini sudah memiliki produk yang dapat menggunakan bahan bakar biodiesel B20. Sebut saja Hino, Fuso, Isuzu, Mercedes-Benz, Ud Truck dan United Tractors sudah menyesuaikan produknya dengan bahan bakar B20.

Namun yang menjadi persoalan, penggunaan biodiesel B20 ini kurang cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar pada truk-truk apalagi truk lama. Terus apa yang harus dilakukan pengusaha?

Kyatmaja Lookman, pemilik usaha jasa angkutan truk menyarankan agar para pemilik truk lama yang unitnya tidak dilengkapi oleh water separator segera memasang water separator. Water separator berfungsi memisahkan kandungan air dengan minyak yang terdapat pada biosolar B20 yang jika dibiarkan masuk akan membuat filter bahan bakar menjadi cepat kotor. Kinerja truk menjadi ndut-ndutan.

"Sifat biosolar yang mengikat air mengakibatkan air ini bisa tersedot ke ruang bakar. Maka untuk menghindari terjadinya kerusakan mesin bagi truk-truk yang belum ada water separator filternya harus segera dipasang," ungkap Kyatmaja Lookman.

Share :

Dorong Industri 4.0, Shell Lubricants Kembangkan Inovasi Bidang Energi

Shell Lubricants memahami akan pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi di masa depan.

Read More
Usai Teken Perpres Mobil Listrik, Apa Saja Insentif yang Diberikan Pemerintah?

Perpres tersebut antara lain berisi kelonggaran impor mobil listrik, dengan catatan wajib memproduksinya secara lokal dalam jangka waktu tertentu.

Read More
Bus dan Truk Catatkan Paling Banyak Semburkan CO2 di Jakarta

Dari 318.840 ton CO2 yang dihasilkan per harinya, emisi gas buang dari bus tercatat sebesar 145.778 ton CO2 per hari atau setara dengan 46 persen. Sedangkan emisi dari truk sebesar 106.057 ton atau 33 persen membuat truk menghasilkan paling banyak kedua

Read More