Menurut dia, jumlah kendaraan di hari pertama yang dikeluarkan dari jalan tol cenderung lebih banyak dibandingkan dengan di hari kedua yang mulai mengalami penurunan. Untuk itu, lanjut Akmal, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan khususnya untuk kendaraan-kendaraan truk yang terindikasi mudik, misalnya dengan mencirikan kendaraan truk yang beralaskan terpal. 

”Kendaraan ini yang kemudian kita buka, seperti di hari pertama, kami menemukan truk yang berisi penumpang di dalam bak. Jika terjadi seperti ini, maka kami memberlakukan sanksi seperti tilang karena tidak sesuai dengan fungsinya dan mengantar penumpangnya ke terminal terdekat,” jelas Akmal.

Baca juga: Tak Jera Angkut Pemudik, 22 Travel Tak Berizin Diamankan di Jalan Tikus Depok

Menurut dia, pihaknya akan terus mengevaluasi teknis penyekatan check point pelarangan mudik. Akmal mengaku, ada saatnya dari pihak Kepolisian meloloskan beberapa kendaraan untuk mengurangi kepadatan yang dialami pengguna jalan. 

Meski demikian, Akmal berdalih bila hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan pihak kepolisian kepada kendaraan kecil, termasuk tetap mengeluarkan kendaraan kecil yang terindikasi mudik.

”Banyak sekali sekat-sekat antar Provinsi, bahkan masuk Kota atau Kabupaten pun ada, jadi kecil kemungkinan untuk lolos. Mungkin bisa saja di titik Cikarang Barat Km 31 ini lolos, ya, namun di titik pemeriksaan berikutnya juga akan dikeluarkan. Untuk menghindari Covid-19, lebih baik kita semua di rumah saja, tunda untuk mudik sampai benar-benar pandemi ini berakhir," tutupnya.

 

Share :

Pertamina Tambah 2 Pertashop di Sumatera Barat

Penambahan ini dilakukan untuk menambah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Barat.

Read More
Dianggap Berhasil Jaga Reputasi Perusahaan, Adira Finance Sabet 2 Penghargaan

Adira Finance berhasil menyabet dua penghargaan di ajang “Corporate Image Award 2021”.

Read More
Daihatsu Bekali Teknologi Otomotif ke 100 Guru SMK se-Jawa Timur

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengadakan pelatihan dan sharing teknologi otomotif terkini secara virtual kepada 100 guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) binaan se-Jawa Timur.

Read More