DPP Organda juga mencermati soal kesesuaian penggunaan stiker dengan ketentuan di Surat Edaran Satgas no. 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021.

Disitu tercantum bahwa dalam masa pelarangan mudik masih ada masyarakat yang dapat melakukan perjalanan non mudik.

Mulai dari urusan bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa atau lurah setempat yang bertanda tangan basah atau elektronik.

Substansinya bus  yang memiliki stiker tetap tidak boleh mengangkut pemudik, hanya boleh mengangkut penumpang dengan persyaratan tertentu seperti ketentuan dari SE Satgas Nomor 13/2021 dan PM Nomor 13/2021.

DPP Organda juga meluruskan informasi menyesatkan, terkait  kendaraan boleh mengangkut pemudik asal memiliki stiker khusus tersebut.

"Sekali lagi,  stiker yang dimaksud adalalah sekedar  indicator untuk memudahkan monitoring petugas dilapangan. DPP Organda  dan pemilik PO Bus hanya mengikuti aturan saja," ungkap Ateng.

Share :

London Hadirkan 200 Unit Bus Double Decker Bertenaga Hidrogen

Bus tingkat hidrogen baru ini disebut akan menjadi yang pertama di Inggris dengan nol emisi gas buang dan minim getaran.

Read More
Bus Listrik Avenue EV Siap Diproduksi Massal

Bus listrik Avenue EV siap diproduksi massal oleh perusahaan otomotif asal Turki, Temsa – sebuah usaha dari Sabancı Holding dan PPF Group yang berbasis di Belanda – dan raksasa pertahanan Turki Aselsan.

Read More
473 Unit Bus Nefaz Laris Manis Diborong BUMN Mosgortrans

Pabrikan mobil asal Rusiaini kebanjiran order bus dari Mosgortrans.

Read More