Jakarta, MobilKomersial.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mendukung upaya Polri dalam menindak travel gelap yang mengangkut penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menyampaikan bahwa, travel gelap tarifnya tinggi sekali dan di dalam kendaraan tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19 karena kapasitas kendaraan yang bisa penuh sehingga potensi penularan sangat besar.

"Karena tidak berizin tentunya penumpang juga tidak tercover oleh asuransi Jasa Raharja. Dengan adanya travel gelap tersebut dapat merugikan angkutan yang legal berizin serta merusak ekosistem transportasi yang berizin,” urai Dirjen Budi dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Untuk itu, Dirjen Budi sudah melakukan rapat bersama Kakorlantas Polri dan para Dirlantas Polda, agar menindak tegas kendaraan travel atau angkutan perseorangan yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

"Polisi akan menindak tegas baik berupa penilangan maupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku," terangnya.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, hingga Kamis (29/4), telah diamankan sebanyak 115 travel gelap yang mematok biaya jauh lebih tinggi dari tarif biasanya.

Kendaraan yang diamankan tersebut masuk kategori travel gelap karena tidak memiliki izin trayek, yaitu kendaraan-kendaraan plat hitam yang mengangkut penumpang dengan cara berbayar, dan juga yang menyimpang dari trayek seharusnya.

Senada dengan hal tersebut, Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Istiono, memastikan bahwa travel gelap tidak ada yang lolos, karena pihaknya telah bangun 333 titik dan sudah koordinasi dengan semua instansi terkait.

"Semua sinergi, kompak untuk melakukan langkah-langkah penyekatan secara menyeluruh. Baik penyekatan di perbatasan antar provinsi maupun antar kabupaten. Termasuk travel gelap, saya pastikan akan saya tindak tegas," kata dia.

Selanjutnya, mulai 6 Mei 2021 mendatang, Dirjen bersama Korlantas Polri, didukung TNI, unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan petugas terkait lainnya akan terjun bersama di lokasi Pos Penyekatan.

Titik pengecekan akan dilaksanakan pada beberapa lokasi, antara lain akses utama keluar dan/ atau masuk pada jalan tol dan jalan non tol, terminal angkutan penumpang serta pelabuhan sungai, danau, dan penyeberangan.

Share :

Hari Pertama Pelarangan Mudik, 648 Kendaraan Dikeluarkan ke Gerbang Tol

T Jasa Marga (Persero) Tbk dan pihak Kepolisian mencatat 648 kendaraan yang terindikasi mudik dikeluarkan ke gerbang tol

Read More
Lewat Ramadhan Care 2021, Wuling Bersama Forwot Berikan 100 Paket Sembako di Jakarta dan Depok

Kegiatan yang bertajuk Ramadhan Care 2021 ini, Wuling melakukan penyerahan secara simbolis kepada FORWOT

Read More
Kemenhub Klaim Pergerakan Transportasi di Masa Pelarangan Mudik Masih Terkendali

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai pergerakan transportasi pada hari pertama pelarangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H cukup terkendali.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler