Jakarta, MobilKomersial.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan akan membahas kemungkinan perluasan dan pendalaman program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah untuk kendaraan bermotor. 

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (15/3/2021).

“Sesuai arahan Bapak Presiden, time frame atau waktu pelaksanaan kebijakan ini akan dievaluasi. Kemudian, formula aturannya bisa berdasarkan besaran kapasitas isi silinder dikombinasikan dengan local purchase, atau hanya berdasarkan aturan local purchase saja,” jelas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, dalam keterangan resminya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Kemenperin Klaim Permintaan Mobil Meningkat Setelah 2 Pekan Realisasi PPnBM

Sebelumnya, presiden menyampaikan keinginan agar kendaraan bermotor (KBM) roda empat dengan kapasitas 2.500 cc juga bisa mendapatkan insentif pajak di masa pandemi ini, asalkan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%.

“Kami melihat data purchase order KBM roda 4 meningkat rata-rata sebesar 140,8% untuk produk-produk yang mendapatkan stimulus PPnBM,” jelas Menperin. 

Terkait pertimbangan TKDN untuk mendapat insentif, pemerintah mengimbau produsen segera meningkatkan utilisasi agar bisa memenuhi permintaaan pasar yang naik tinggi. 

”Ini agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan dan efektif pelaksanaannya,” jelas Agus.

Baca juga: Ada PPnBM Nol Persen, Gaikindo Targetkan Bisa Jual 80 Ribu Unit Kendaraan per Bulan

Untuk diketahui, kebijakan relaksasi PPnBM yang mulai berjalan sejak 1 Maret 2021 diberikan untuk segmen KBM roda empat segmen sedan dan 4x2 dengan kapasitas mesin di bawah 1500 cc, diproduksi di dalam negeri, serta harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase) yang meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen.

Kebijakan ini akan berlaku hingga akhir tahun. Pemberian keringanan dilakukan secara bertahap, yakni diskon pajak 100% pada Maret-Mei, 50% di bulan Juni-Agustus, dan diskon pajak 25% pada Oktober-Desember 2021.

 

Share :

Wealthy Luncurkan Oli Mobil Baru Apogeo SAE 0W-20 Full Synthetic

PT Welty Indah Perkasa atau yang dikenal dengan Wealthy Group meluncurkan produk baru oli Apogeo SAE 0W-20 Fully Synthetic.

Read More
Berikut Spesifikasi DAF LF Electric 19 Ton yang Dipilih Pemerintah UK Dorong Elektrifikasi Truk

Spesifikasi DAF LF Electric 19 Ton

Read More
Tim Scuderia AlphaTauri Honda Sukses Curi Poin di F1 Hungaria 2021

Scuderia AlphaTauri sudah berhasil mengumpulkan satu podium hasil finis ketiga Pierre Gasly.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler