Jakarta, MobilKomersial.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim bila pihaknya kian gencar merealisasi program zero Over Dimension Over Loading (ODOL) hingga tahun 2023 mendatang. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi melakukan normalisasi angkutan barang dengan muatan dan dimensi berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di kantor Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah V Provinsi Jambi, Jumat (29/01/2021).

Baca juga: KNKT Soroti Kasus Kecelakaan Akibat Truk Over Load

Dua truk yang dinormalisasi tersebut yakni:

1. Merek MITSUBISHI dengan nopol BH 8968 AV, ukuran eksisting: 12.300 mm, ukuran standar: 8.515 mm, kelebihan: 3.785 mm.

2. Merek HINO dengan nopol BH 8965 MH, tinggi bak eksisting: 1.800 mm, ukuran standar: 1.000 mm, kelebihan: 800 mm.

Budi mengklaim gerakan normalisasi ODOL tidak akan berhenti sampai di sini. Menurut dia, gerakan serupa telah dilakukan di Padang, Pekanbaru, Semarang, dan Palembang. 

Baca juga: ODOL Kembali Marak, Aptrindo: Pemilik Barang Juga Perlu Ditindak dalam Kasus Over Load

”Kendaraan- kendaraan ODOL tersebut dapat merugikan banyak pihak, tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, namun negara turut dirugikan dengan anggaran untuk perbaikan jalan yang rusak akibat banyak kendaraan yang ODOL,” kata Budi. 

Mengutip dari pernyataan Menteri PUPR yang menyatakan, lanjut Budi, negara dirugikan 43 triliun rupiah per 10 tahun. Ia berharap pemilik barang dan penyedia jasa angkutan bersama-sama pemerintah mengamankan anggaran negara yang terbuang akibat ODOL. 

Menurut Budi, dua kendaraan yang dinormalisasi tersebut akan dikembalikan ke ukuran aslinya agar menjadi contoh bagi pemilik angkutan. 

Baca juga: Begini Cara Kerja WIM yang Buat Negara Menghemat 7,45 Miliar Per 10 Tahun

”Dalam hal ini adapun dampak khususnya pada segi ekonomi, yang tadinya muatan tersebut dapat diangkut dengan satu truk saja namun berikutnya nanti harus diangkut dengan dua truk, makanya kami membuat ekosistem ini dapat dilaksanakan pada tahun 2023,” ungkap Budi.

Guna merealisasi blueprint hingga tahun 2023, pihak perhubungan telah menyelenggarakan kebijakan UPPKB, penindakan P21 terhadap kendaraan ODOL, kebijakan normalisasi kendaraan, penegakan hukum di UPPKB dan transfer muatan kendaraan yang biayanya dibebankan pada operator agar pelanggarnya jera. 

 

(Denny)

Share :

Ingin Jajal Nikola Tre, Hamburg Port Authority Tandatangani MoU Bersama Iveco dan Nikola Corporation

Nikola Tre merupakan truk listrik hasil dari kolaborasi antara Iveco dan startup Nikola Corporation.

Read More
Scania Hadir di MINExpo 2021, Tawarkan Truk Tambang Minim Emisi

Semua truk pertambangan Scania dapat ditenagai oleh mesin Euro 5 atau 6

Read More
Daimler Indonesia Kenalkan Fitur Keselamatan Baru Pada Truk Mercedes-Benz

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) memperkenalkan fitur keselamatan baru pada truk heavy duty Mercedes-Benz Actros dan Arocs. Fitur-fitur keselamatan tersebut antara lain MirrorCam, yang membantu pen

Read More