Jakarta, MobilKomersial.com – Penurunan jumlah penumpang bus yang cukup signifikan selama Covid-19 ini telah banyak merugikan pihak pengusaha otobus. 

Meski Permenhub No. 21 Tahun 2020 yang membatasi jumlah penumpang bus hanya 50% telah dihapus, namun hingga kini belum ada peningkatan jumlah penumpang yang cukup berarti. 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan menyatakan, bila pihaknya tidak keberatan dengan pembatasan jumlah penumpang. 

Karena, menurut dia, yang lebih memberatkan adalah ketakutan masyarakat karena sosialisasi protokol kesehatan yang kesannya menakuti penumpang. 

Pria yang akrab disapa Sani ini pun menyayangkan sosialisasi pemerintah terkait protokol kesehatan yang justru membuat masyarakat semakin takut ke terminal karena merasa terteror.

Menurutnya, ketidakjelasan dan sosialisasi yang diberikan pemerintah tidak membuat masyarakat membatalkan perjalanannya karena masyarakat justru mencari celah untuk tetap pergi dengan angkutan lain yang tidak resmi.  

Baca juga: Dihantui Angkutan Liar, IPOMI: Kami Tidak Mungkin Naikkan Harga Tiket

"Saat ini yang jadi tantangan terberat kami adalah membuat masyarakat kembali menggunakan angkutan umum. Ini butuh dukungan dari regulator. Kami ingin pemerintah lebih bisa meyakinkan masyarakat kalau angkutan umum itu pelayanan dan kenyamanannya terjamin dan terukur," kata Sani, Selasa (5/1/2021). 

Masih kata Sani, pemerintah perlu mencontoh apa yang dilakukan Jasa Raharja untuk secara tidak langsung menaiki angkutan umum.

Pihak Jasa Raharja, kata Sani, hanya memberikan asuransi kecelakaan kepada penumpang bus yang resmi sedangkan di luar itu tidak mendapat asuransi. 

Saat ini pemerintah itu seakan-akan menakuti masyarakat untuk ke terminal. Ketidakjelasan regulasi membuat masyarakat tidak hanya membatalkan perjalanan, tapi mencari celah untuk tetap pergi menggunakan angkutan lain hanya karena takut ke terminal. 

"Gradual penumpang itu sangat tajam hari ini. Dampak sistemik dari sosialisasi pemerintah itu ke kami bukan ke mobilitas orang. Orang akan tetap bergerak setiap harinya tapi dengan apa mereka mobile itu yang jadi pertanyaan," pungkasnya. 

 

(Denny)

 

Share :

Larangan Mudik, DPP Organda: Pemasangan Stiker Jadi Langkah Solutif dan Terukur

DPP Organda sambut baik Surat Dirjen Perhubungan Darat soal pemasangan stiker bus AKAP dan AJAP.

Read More
Pemprov DKI Sediakan Bus Transjakarta Gratis di Tanah Abang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 5 armada Transjakarta gratis bagi penumpang yang tidak bisa naik KRL.

Read More
Wow! PO Sinar Jaya Rilis 6 Unit Bus Legacy SR2 Suites Class dengan Kabin Social Distancing

Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya kembali menambah armada baru. Tak tanggung-tanggung, PO ini menghadirkan 6 unit bus Legacy SR2 Suites Class buatan Karoseri Laksana.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler