MobilKomersial.com – Beredar keyakinan di masyarakat, bahwa air sumur yang bersumber dari tanah bagus untuk mengisi radiator. Karena masih murni dan baik untuk mendinginkan mesin. Begitupun dengan air bekas kondensasi A/C atau Air Conditioner, dipercaya sebagai hasil penyulingan. Padahal, dua jenis air tersebut justru sangat tidak direkomendasikan. 

Air sumur merupakan cairan yang mengandung mineral. Mineral yang tinggi bisa menghasilkan kerak dan kotoran ketika dipanaskan.  Paling gampang, dengan melakukan pengujian simpel.

"Tengok panci bekas rebusan air sumur, pasti kerap dijumpai kerak berwarna putih atau coklat. Nah, begitulah kondisi di dalam radiator yang menggunakan air sumur," buka Arief Hidayat, ahli otomotif yang berkiprah lebih dari 20 tahun di dunia otomotif di dalam maupun di luar negeri. 

baca juga: Oalah, Ternyata Warna Radiator Coolant Tidak Menentukan Kualitasnya

Radiator yang penuh kerak, bikin radiator mampet. Buntutnya, akan mengganggu sirkulasi air di dalamnya. Karena air tidak bersirkulasi sempurna, maka proses pendinginan mesinpun terganggu.

 

Share :

Kecelakaan Mengintai, Persiapkan Hal Ini Sekarang!

Sebelum terlambat, lebih baik persiapan lebih dini

Read More
Jangan Salah Vulkanisir Ban Truk!

Ban vulkanisir hanya direkomendasikan digunakan pada sisi belakang truk. Hal ini atas pertimbangan keamanan, sebab ban pada sisi depan kendaraan pergerakannya lebih dinamis ketimbang belakang.

Read More
Sopir Harus memastikan Ini Agar Truk Bisa 'Ngerem' Dengan Baik!

Irwan Supriyono memberikan saran untuk pengemudi truk bagaimana cara pengereman terbaik

Read More