Jakarta, MobilKomersial.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menaikkan kapasitas angkut penumpang transportasi darat atau bus dari yang semula hanya 50% menjadi sebesar 70 persen pada 1 Juli 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, dengan peningkatan okupansi ini, pemerintah berharap operator bus tidak akan mengerek harga tiket. Sebab, dengan kapasitas 70 persen, operator sudah mampu memenuhi break event point atau BEP.

"Sebetulnya kita sudah mengakomodasi dan merespons keinginan para operator (untuk menaikkan kapasitas angkut) agar (operator) tidak perlu naikkan tarifnya,” ujar Budi dalam konferensi virtual, Jumat (26/6/2020).

Peningkatan kapasitas angkut penumpang sesuai dengan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Terminal Pulogebang, Jakarta.

Baca juga : Transjakarta Kembali Layani Shuttle Bus Gratis ke Kota Tua

Kebijakan tersebut, Kemenhub membagi pelonggaran transportasi berdasarkan tiga fase di mana fase pertama dilakukan pada 9-30 Juni 2020, sedangkan fase kedua ditetapkan pada 1-31 Juli 2020.

Pada fase pertama dan kedua, bus antar-kota dalam provinsi (AKDP), bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) hingga bus pariwisata boleh mengangkut penumpang dengan kapasitas maksimal 70 persen secara bertahap.

Sementara itu untuk fase ketiga yang dimulai pada 1 Agustus, operator diizinkan mengangkut penumpang dengan kapasitas maksimal 85 persen.

Budi mengakui, meski kapasitas angkut telah ditingkatkan, jumlah penumpang belum sepenuhnya pulih. Ia mencontohkan, beberapa bus dari Jakarta ke arah timur hanya diisi oleh empat penumpang.

Dengan begitu, dia mengakui operator masih mengusulkan untuk menaikkan tarif 25-50 persen. "Namun ini untuk bus premium. Kalau ekonomi kita atur," terangnya.

Share :

Powertrain Jadi Kunci Bus Scania Coach Hemat Bahan Bakar Hingga 5%

selama tiga tahun lebih tim R&D Scania menemukan inovasi penghematan bahan bakar hingga 5%.

Read More
Transjakarta Bersama Higher Uji Coba Bus Listrik dengan Rute Blok M - Balai Kota

Bus listrik merk Higer ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bus konvensional.

Read More
Volvo Buses: Pengemudi Beri Respons Positif Terkait Sistem Bus Otonom

Volvo Buses berada di garis depan penelitian di bidang ini dan bekerja sama dengan akademisi dan mitra lainnya.

Read More