Jakarta, MobilKomersial.com - Kondisi pandemi saat ini pasti membuat banyak orang #dirumahaja, sehingga mobil kesayangan menjadi jarang digunakan.

Nah, ketika mobil jarang digunakan ini ada hal yang harus diperhatikan terutama soal perawatan aki atau baterai mobil.

Pasalnya saat mobil hanya parkir lama di garasi tentunya tidak membuat aki mobil menjadi lebih awet. Justru sebaliknya, aki akan mudah tekor atau soak saat mesin dihidupkan. 

Hal ini diakibatkan karena tidak adanya siklus pengisian ulang yang biasa terjadi saat mesin hidup atau ketika mobil berjalan.

Umumnya pada mobil yang jarang digunakan Anda bisa merawatnya dengan cara memanaskan mesin sesekali waktu.

Tapi tetap ada cara perawatan yang lebih detil untuk aki mobil ketika mobil jarang dipakai.

Menurut Boediarto, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) saat mobil hanya terparkir dalam waktu lama tentu ada penurunan daya pada aki meskipun terbilang kecil. 

Untuk itu, Boediarto menawarkan beberapa cara merawat aki mobil. Berikut ini tips yang bisa dilakukan:

Periksa jenis aki

Pertama adalah kenali dulu jenis aki mobil Mitsubishi Anda. Apakah tipe aki basah atau tipe aki kering (maintenance free). Pada tipe aki basah, mengecek kondisi aki bisa diperhatikan pada batas atas dan bawah cairan elektrolit. Bila batas cairan mendekati batas bawah berarti harus ditambah. Pada tipe aki kering (maintenance free), umumnya terdapat indikator warna kemampuan aki. Warna biru menandakan aki masih dalam kondisi prima, warna putih tanda aki butuh tambah setrum, dan merah wajib ganti. 

Periksa terminal aki

Langkah berikutnya dengan memeriksa terminal aki atau kondisi luar baterai. Jika ada kotoran berwarna putih seperti kerak maka harus segera dibersihkan. Lepas semua konektor aki, kemudian siram kerak putih tadi dengan menggunakan air hangat. 

Nyalakan mesin 3 hari sekali

Untuk tetap menjaga kondisi aki mobil tetap prima, ada baiknya Mitsubishi Family memanaskan mobil secara rutin. Dengan menyalakan mesin setiap 3 hari sekali bisa membuat aki mobil tetap terisi. 

Jaga putaran mesin konstan

Memang aki mobil bisa terisi ketika mobil dipanaskan setiap 3 hari sekali. Tapi akan lebih baik jika mobil dibawa jalan di sekitar rumah selama 10 sampai 15 menit. Pasalnya untuk pengisian daya ke aki tetap maksimal harus dijaga di putaran mesin 1.500 rpm. Agar maksimal, mau tidak mau Anda harus sedikit menekan pedal gas agar tekanan RPM bisa naik dan proses pengisian berjalan sempurna. Bisa saja dinyalakan di garasi, tapi akan menimbulkan polusi. 

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk merawat aki mobil, tidak akan efektif jika hanya dalam kondisi diam dengan putaran mesin (RPM) langsam.

Boediarto menambahkan, paling baik itu mobil harus dibawa jalan agar proses pengisian daya dari alternator ke baterai berlangsung maksimal.

"Lebih baik dibawa jalan sebentar, agar RPM bisa tercapai di untuk membuat arus listrik ke aki maksimal. Paling ideal itu di atas 1.500 RPM, dan ketika mobil dibawa jalan itu juga membuat komponen lain yang bekerja juga terjaga kondisinya,” jelas Boediarto.

Share :

Jangan Beli Mobil Bekas yang Berumur Lebih dari 7 Tahun, Ini Alasannya

Mobil bekas saat ini bisa menjadi alternatif masyarakat yang memiliki budget pas-pasan namun ingin memiliki mobil.

Read More
Mobil Tidak Pernah Menyala di Rumah Saja, Perlukah Diganti Oli Mesinnya?

Tentunya jika mobil lama tidak digunakan apalagi tidak pernah dinyalakan sama sekali akan terjadi pengendapan oli mesin di bagian bak penampang oli atau carter.

Read More
Jangan Sembarangan Bersihkan Ruang Bakar, Ini yang Baik Bagi Mesin Kendaraan

Banyak yang salah kaprah tentang aplikasi carbon clean ke ruang bakar, dalam jangka panjang, liquid atau cairan yang bersifat keras atau merusak tersebut dapat mengikis internal mesin

Read More