Jakarta, MobilKomersial.com - Untuk pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona, banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah.

Namun, hingga hari ini masih banyak masyarakat yang terpaksa beraktifitas karena tuntutan pekerjaan atau lainnya, sehingga angkutan umum jadi pilihan utamanya.

Mengingat penyebaran virus corona yang bisa melalui barang-barang yang dipegang, pengelola transportasi umum memiliki kewajiban untuk menyemprot setiap armadanya dengan disinfektan setiap setelah ataupun sebelum beroperasi.

Meskipun sudah sangat banyak Perusahaan Otobus yang menyemprot armada mereka dengan disinfektan, tapi masih banyak pula yang masih belum melakukannya.

Baca juga : Begini Aturan dan Tata Cara Pasang Stiker Reflektor di Bus dan Truk

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, dilansir dari tulisannya menyebut, ada tantangan yang muncul karena kendaraan umum di Indonesia ada yang dimiliki perorangan.

"Kalau kendaraan umum berbadan hukum, mudah dikendalikan dan diawasi untuk dilakukan semprotan disinfektan. Namun yang angkutan umum manajemen perorangan, ada kesulitan, kecuali pemda-nya melakukan semprotan massal, ketika beroperasi di jalan," ujar Djoko.

Share :

Selama 2021, Honda Siap Berlaga Pada Balapan Mobil di Dunia

Memasuki tahun 2021, Honda menegaskan akan terus berpartisipasi pada beberapa ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.

Read More
Waspada Macet, Pedestral Jalan Tol Kunciran – Cengkareng dibongkar

Proyek pembongkaran pedestral jalan Tol Kunciran – Cengkareng milik PT Jasamarga Kunciran Cengkareng dikhawatirkan berdampak pada kepadatan arus di ruas jalan Tol Jakarta-Tangerang.

Read More
Virtual Daihatsu Festival Tawarkan Beragam Promo Pembelian Mobil dan Trade-in

Daihatsu berikan banyak paket promo penjualan, hingga fasilitas trade-in.

Read More