Jakarta, MobilKomersial.com - Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) telah merogoh kocek cukup dalam yaitu Rp 16 miliar untuk investasi bus premium baru dan penyediaan aplikasi pemesanan tiket.

Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, dengan investasi sebesar itu, ia menargetkan pertumbuhan bisnis perseroan pada 2020 bisa mencapai sekitar 25 persen.

"Pertumbuhannya kami yakin minimal bisa diangka 20 persen. Tapi kalau target kita 25 persen," ungkap pria yang akrab disapa Sani, dikutip Bisnis.com, Minggu (1/12/2019).

Dia sangat optimistis target tersebut dapat tercapai dengan baik seiring dengan peningkatan layanan yang dilakukan serta ditunjang dengan masifnya pembangunan infrastruktur.

"Terutama jalan tol lintas Jawa dan Sumatra yang semakin tersambung antar daerah," bebernya.

Baca juga : Bus-bus Anyar PO SAN Pakai Transmisi Full Automatic

Sebagai info, PO SAN melakukan investasi Rp 15 miliar untuk peremajaan 7 bus premium bermesin Mercedes-Benz dengan balutan Karoseri asal Ungaran, Laksana.

Rinciannya, empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836.

Untuk Rp 1 miliar sisanya digunakan pengembangan aplikasi pemesanan tiket secara online milik PO SAN bernama Buzzit.

Rencananya, 7 bus premium tersebut, paparnya, akan dioperasikan sebagai pengganti armada sebelumnya, bukan untuk melayani trayek baru.

Bus baru tersebut menggunakan chassis premium dengan engine horse power dan torsi besar, dilengkapi dengan fitur air suspension, brake retarder, ABS, EBS, ESP, cuise control, transmisi automatic, serta fitur-fitur yang melekat pada bus mewah.

Share :

Damri Lakukan Penyesuaian Jadwal Operasional

Terus meningkatnya penyebaran virus Covid-19 di tanah air, membuat Damri kembali mengambil kebijakan melakukan penyesuaian operasional dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 atau virus Corona

Read More
Pengusaha Bus Tunggu Kepastian Pemerintah

Para pengusaha bus masih menunggu kepastian pembatasan akses sarana transportasi keluar masuk DKI Jakarta.

Read More
BPTJ Layangkan Surat Penghentian Operasional Transportasi di Jakarta, Kemenhub: Masih Tunggu Kemenkes

Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan transportasi umum di kawasan Jabodetabek.

Read More