MobilKomersial.com -- Dalam pengoperasian kendaraan berat seperti truk dan bus diperlukan sistem pengereman yang baik. Bobot berat yang dibawa sangat memungkinkan terjadinya kehilangan daya pengereman. Oleh karena itu, rem utama pada bus dan truk dibekali dengan fitur rem tambahan seperti  exhaust brake, engine brake dan retarder.

Sebelumnya, MobilKomersial.com pernah membahas tentang  sistem pengereman exhaust brake dan engine brake. Sekarang mari bahas tentang sistem pengereman retarder.

Sistem pengereman retarder saat ini cukup populer di dunia perbus-an Indonesia. Hampir seluruh produk baru dari pabrikan bus sudah menyematkan sistem pengereman ini.

Pada dasarnya, retarder adalah suatu alat yang biasanya dipasangkan pada gearbox atau gardan dan berfungsi untuk membantu melambatkan laju kendaraan serta mempertahankan kecepatan dikondisi jalan menurun.

Rem konvensional memiliki cara kerja mengandalkan gesekan, dan lambat laun rem akan mengalami keausan. Dalam kondisi tertentu, seperti jalanan menurun yang cukup panjang, rem akan mengalami kenaikan suhu dan berakibat berkurangnya kemampuan pengereman bahkan bisa blong.

Oleh karena itu diciptakan rem tambahan untuk membantu fungsi rem utama, seperti retarder ini.

Share :

DCVI Jual 2.695 Unit Bus dan Truk di 2019, Sasis Bus OH 1626 Terlaris

Sebagai agen tunggal penjualan resmi kendaraan komersial Mercedes-Benz di Indonesia, melaporkan bahwa di tahun 2019, penjualan truk dan truknya mengalami penyusutan.

Read More
BRT Medan Akan Beroperasi April, Banyak Pihak Belum Siap

Kota Medan berencana akan mengoperasikan BRT pada April 2020 nanti

Read More
KYM Trans Punya Armada Baru, Si Imut Hello Kitty

Bus baru milik KYM Trans tampil dengan body bergambar karakter lucu Hello Kitty

Read More