MobilKomersial.com – Karoseri asal Unggaran, Laksana menjadi karoseri pertama yang melakukan uji guling atau roll over test pada struktur bodi bus buatanya. Diketahui, di Indonesia belum ada karoseri yang melakukan pengujian tersebut yang berstandar UN ECE-R66.

Biaya yang dibutuhkan untuk pengujian roll over test memang terbilang cukup mahal. Hal ini lah yang menyebabkan banyak Karoseri belum melakukan pengujian tersebut.

Uji Guling Standard UN-ECE R66, adalah standard pengujian kendaraan yang berlaku di negara-negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).Dengan uji Guling ini, dapat mendesain bus yang lebih aman, meminimalkan kemungkinan bus terguling dan mengurangi resiko penumpang cedera apabila bus sampai terguling.

Selama ini diketahui, karoseri hanya berfokus pada pengembangan model, baik eksterior maupun interior. Dan melakukan pengujian segi material dengan sample, rain test untuk pengujian kebocoran, eletrik test pun hanya pada komponen-komponen baru saja dan mungkin hanya running test di jalanan.

Dengan pengujian tersebut, Laksana mengembangan struktur bodi bus yang lebih kuat dan aman. Dan sudah sejak Mei 2018 uji guling sudah dilakukan.

Model pertama yang sudah melewati tahap uji guling adalah SR2 HD dan XHD Prime yang diluncurkan di GIIAS 2018 lalu.

Dengan bekerjasama dengan berbagai pihak baik dari tim engineering karoseri laksana sendiri, ATPM, Dishub dan juga dari beberapa perusahaan otobus, Laskana membuat gebrakan baru di dunia perbisan Indonesia.

Share :

PO Murni Jaya Buka Trayek Yogyakarta Tujuan Jabodetabek, Segini Tarifnya

Adapun trayek terbaru PO Murni Jaya ini berangkat pada pukul 07.30 WIB dan malam pukul 18.30 WIB dengan tarif sebesar Rp 150 ribu plus servis makan.

Read More
Transjakarta Operasikan 21 Unit Bus Gandeng

Penambahan tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas daya angkut pelanggan Transjakarta pada setiap ruas rute baik itu koridor dan non koridor.

Read More
Viral, Bus Turunkan Penumpangnya Sembarangan

Seperti sebuah video yang menceritakan kejadian kurang baik menimpa para pendaki Indonesia yang hendak pergi menuju Wonosobo menggunakan bus.

Read More