Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun menyoroti pengelolaan Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur yang banyak dikeluhkan operator bus.

Dikutip dari Tribunnews, "Saya akan kirim surat ke (Pemprov) DKI pekan ini," ucap Budi usai mendengarkan keluhan dari sejumlah operator bus di kantornya, Jumat (17/5/2019) lalu.

Dalam pertemuan akhir pekan lalu, para operator bus mengeluhkan maraknya terminal bayangan di sekitar wilayah tersebut.

Dia berjanji akan menyampaikan keluhan itu ke Pemprov DKI, bahkan mengancam akan mengambil alih bila masalah tersebut tak diatasi.

"Kalau dia enggak perbaiki, biar kami (Kemenhub) yang ambil alih," kata dia yang disambut tepuk tangan dari peserta.

Meski begitu, Budi meminta agar para operator bus agar bertahan di Terminal Pulogebang.

"Tapi jangan pindah dari Pulogebang ya, karena kami pindahinnya ke Pulogebang setengah mati ya," tutur Budi.

Kemegahan Terminal Terpadu Pulo Gebang nyatanya tidak seindah gelarnya yang menjadi terminal terbesar se Asia Tenggara. Banyak keluhan terhadap pengelola terminal.

Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang adalah salah satu terminal bus tipe A yang terletak di Cakung, Jakarta Timur yang diresmikan pada 28 Desember 2016.

Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Pulo Gadung yang sudah tidak layak serta menghilangkan terminal bayangan di Jakarta yang selama ini menjadi penyebab kemacetan, serta menyediakan fasilitas transportasi yang nyaman, aman, dan aksesibel.

Mulai akhir Januari 2017, seluruh bus Antar Kota Antar Provinsi (kecuali tujuan Jawa Barat) diwajibkan masuk ke Terminal Pulo Gebang untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Namun rupanya, migrasi yang dilakukan oleh Perusahaan Otobus (PO) tidak semanis dengan yang diharapkan. Saat tim MobilKomersial.com bertanya kebeberapa PO Bus AKAP di Terminal Pulo Gebang(16/5), ternyata banyak keluhan dari mereka mengenai penurunan omzet.

Seperti salah satu agen PO mengatakan, “semenjak pindah ke Terminal Pulo Gebang terasa sekali perbedaannya dari penjualan tiket, turun drastis. Dulu pas di terminal Pulo Gadung kita bisa memerangkatkan 50 unit dalam 24 jam. Disini paling banyak 8 unit. Selain itu, faktor lokasi terminal yang agak susah diakses bikin orang memilih naik lewat agen.”

“Kita juga udah minta kepada pihak pengelola dan pemerintah kota untuk memberikan solusi, setidaknya menutup pangkalan-pangkalan yang ada dipingir jalan. Karena itu juga janji awalnya pada saat mengajak kita pindah dari Pulo Gadung kesini, tapi ga ada tanggapan,” ujarnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun menyoroti pengelolaan Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur yang banyak dikeluhkan operator bus.

Dikutip dari Tribunnews, "Saya akan kirim surat ke (Pemprov) DKI pekan ini," ucap Budi usai mendengarkan keluhan dari sejumlah operator bus di kantornya, Jumat (17/5/2019) lalu.

Dalam pertemuan akhir pekan lalu, para operator bus mengeluhkan maraknya terminal bayangan di sekitar wilayah tersebut.

Dia berjanji akan menyampaikan keluhan itu ke Pemprov DKI, bahkan mengancam akan mengambil alih bila masalah tersebut tak diatasi.

"Kalau dia enggak perbaiki, biar kami (Kemenhub) yang ambil alih," kata dia yang disambut tepuk tangan dari peserta.

Meski begitu, Budi meminta agar para operator bus agar bertahan di Terminal Pulogebang.

"Tapi jangan pindah dari Pulogebang ya, karena kami pindahinnya ke Pulogebang setengah mati ya," tutur Budi.

 

Share :

Xpander Pinter Bener Family Festival Hadir di Yogyakarta

Melalui kegiatan ini, PT MMKSI ingin memberikan edukasi kepada konsumen pengguna dan potential customers mengenai keuntungan memiliki Mitsubishi Xpander.

Read More
Chevrolet 101 Festival Singgah di Kota Bandung

Selama program berlangsung, para pengunjung TSM akan dapat melihat secara langsung berbagai produk yang dipamerkan.

Read More
Patuhi Aturan Pemerintah, Suzuki Raih Penghargaan KPU Bea dan Cukai

Pada ajang bergengsi ini, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok menobatkan Suzuki sebagai salah satu nominator Non Mitra Utama (MITA) Non Authorized Economic Operator (AEO) terbaik.

Read More

Terkini

honda

Terpopuler