Kala itu Surya Agung menjadi simbol bis-bis mewah, karena selalu mengguankan body dari karoseri terbaik, demikian dengan pula dengan fasilitas AC-nya yang jarang dipunyai oleh PO lain.

Namaun, di saat puncak kejayaan Flores, terjadi kelecakaan hebat di tahun 1981. Kejadiaan tersebut membuat DLLAJR Pusat melarang PO Flores melayani trayek AKAP (Antar Kota Antar Propinsi). 

Akibat sanksi yang dibebankan oleh DLLAJR, PO Flores semakin mengalami kesulitan dalam pengoperasian armada-armadanya. Untuk mengatasi masalah tersebut manajemen menyiapkan EKA dan MIRA untuk menggantikan Flores melayani rute Surabaya – Solo PP.

Nama EKA dan MIRA diambil dari nama-nama anak dari Bp Fendi Haryanto. Keduanya dipisahkan baik secara manajemen dan juga jam keberangkatannya. PO EKA biasanya diberangkatkan dari Surabaya pada pagi sampai petang hari, sedangkan armada PO MIRA diberangkatkan sebaliknya (petang sampai pagi hari) dari Surabaya.

PO Flores akhirnya difokuskan melayani Rute Surabaya – Ponorogo PP. Sedangkan PO Surya Agung tetap melayani rute Malang – Surabaya – Madiun – Ponorogo/Magetan PP.

Sekitar tahun 2007 armada bumel EKA dihapus untuk memfokuskan diri pada armada EKA CEPAT, sedangkan armada eks bumel EKA digabungkan ke MIRA. Hal ini semakin mempermudah konsumen PO ini untuk membedakan antara armada Eksekutif/CEPAT (EKA) dan armada Bumel (MIRA) dalam memilih karena orientasi segmen pasar yang sudah dibedakan.

 

Sumber : Ekamirabus

Share :

Kenalan dengan PO Nusantara, Raja Jalanan Asal Kudus

PO Nusantara berdiri pada tahun 1968 di Kudus dengan seorang penggagasnya yaitu Yonatan Budianto

Read More
Jet Darat Berduka. Niki Lauda Meninggal Dunia

Satu-satunya pebalap F1 yang menjadi juara dunia bersama Ferrari dan McLaren

Read More
Spesialis Tune Up, Fast Bengkel Surabaya Punya Standart Diler Resmi

Bengkel Fast Surabaya menjadi salah satu perusahaan otomotif yang bergerak di bidang perawatan kendaraan Roda empat yang siap menjadi rekan bagi para pengguna mobil.

Read More