Jakarta, MobilKomersial.com – Dirjen Perhubungan Darat menyatakan pihaknya akan perlahan-lahan menertibkan semua terminal bayangan di Jakarta. Hal ini dilakukan seiring dengan implementasi kebijakan menekan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan tes GeNose random di beberapa terminal kelas A di DKI Jakarta. 

Meski tes GeNose ini sifatnya imbauan dan random, namun pemerintah tetap berupaya agar calon penumpang tidak menghindari tes ini dengan menaiki bis dari terminal bayangan. 

Baca juga: IPOMI: Pemerintah Harus Adil dengan Kebijakan Penerapan Protokol Kesehatan

Ketika dikonfirmasi terkait realisasi penertiban terminal bayangan, Dirjen Perhubungan Darat menyatakan bila pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar para penumpang naik melalui terminal yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

”Berdasarkan hasil rapat koordinasi dalam rangka mengoptimalisasi dan merevitalisasi terminal, Minggu ini sudah ada komitmen dari pada operator. Semua akan masuk terminal. Jadi yang namanya terminal bayangan semuanya akan kami tertibkan,” ungkap Budi di sela-sela acara tes GeNose perdana di Terminal Pulogebang. 

Ketika dikonfirmasi terkait upaya pihak perhubungan menertibkan terminal bayangan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan justru balik bertanya ke pihak pemerintah. 

”Apakah sudah siap dengan konsekwensinya? Karena yang harus dipertanyakan adalah mengapa terminal bayangan itu bisa sampai ada kalau terminal di DKI sudah siap menampung penumpang,” kata Sani kepada MobilKomersial.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mulai 26 Januari, Tes Acak Covid-19 'GeNose' Angkutan Darat Diberlakukan

Sani menuturkan, pemerintah harus dapat membedakan antara terminal bayangan dengan pool bus yang difasilitasi oleh manajemen PO. Menurutnya, selama ini pemerintah belum sanggup mengelola dengan baik sehingga lebih banyak orang suka naik bus di pool bis ketimbang di terminal besar.

”Misal ada orang di daerah Cempaka Putih ingin pulang kampung, apakah mereka harus ke Terminal Pulogebang? Sebenarnya yang harus dipahami bersama masyarakat, terminal bayangan itu adalah agen-agen yang menaikkan penumpang di tempat mereka. Keberadaan terminal bayangan ini sudah koordinasi dengan pemerintah. Dinas perhubungan daerah itu jangan naif dan tebang pilih,” tegasnya. 

next >

Share :

Pemprov DKI Jakarta Siap Operasikan 80% Bus Listrik Transjakarta pada 2030

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan mengoperasikan 80 persen bus listrik untuk armada Transjakarta pada tahun 2030 mendatang.

Read More
Qatar Bakal Produksi Ribuan Bus Listrik untuk Sambut Piala Dunia 2022

Total 1.500 unit bus listrik bakal diproduksi di Qatar dalam kurun waktu 7 tahun yang dimulai pada akhir 2022.

Read More
Ini Rute dan Tarif Damri untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Yogyakarta

Damri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melayani trayek antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Yogyakarta.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler