Jakarta, MobilKomersial.com - Sebagai salah satu kota satelit Jakarta, Tangerang Selatan tentunya memiliki berbagai permasalahan serius yang juga sering dihadapi kawasan perkotaan lain, diantaranya kemacetan dan banjir. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren – Serpong.

Tiga pekerjaan tersebut adalah pertama, proyek konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang untuk mencegah potensi kecelakaan. 

Kedua, konstruksi penanganan banjir KM 8 untuk mencegah terjadinya banjir yang disebabkan adanya persilangan dengan Kali Cibenda sehingga terjadi penyempitan sungai menuju Situ Parigi dan penurunan kapasitas saluran air di bawah jalan tol.

Baca juga : Dukung Bersepeda untuk Aktivitas Harian, Kemenhub: Integrasi Antar Moda jadi Aspek Penting

Ketiga, konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu pada Jalan Tol Ruas Pondok Aren – Serpong untuk menghilangkan pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Pondok Aren – Serpong dan yang akan masuk jalan tol. Selain itu juga untuk mengatasi kemacetan akibat aktivitas penumpang/kendaraan di Stasiun Rawabuntu.

“Kementerian PUPR mendorong kegiatan pembangunan infrastruktur terus berjalan karena merupakan salah satu sektor yang dapat menggerakan perekonomian di masa Pandemi COVID–19. Tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren – Serpong ini bisa menyerap lebih dari 1.000 pekerja, tentu ini hal yang menggembirakan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian pada acara groundbreaking tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren – Serpong secara virtual.

Untuk konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang akan dibangun tiga ramp, yakni Ramp 1 Jakarta – Pamulang sepanjang 1.067 meter, Ramp 2 Kunciran/Cinere – Serpong sepanjang 915 meter dan Ramp 3 Kunciran/Cinere – Pamulang sepanjang 469 meter.

Pada konstruksi penanganan banjir KM 8 pekerjaan yang dilakukan meliputi pergantian box culvert 2 sel (2 x 4,5 meter) menjadi jembatan (20 meter) dan peninggian jalan utama (10 cm - 200 cm) atau pada elevasi 36.000 menjadi 38.000 (untuk elevasi terendah). Di samping itu akan dibangundua polder dengan luas masing-masing 6.020 m2 dan 2.725 m2 serta jalan inspeksi untuk Polder 1 sepanjang 390 meter dan lebar 6 meter. 

Simak juga : Didukung Telkom, Pertamina Siap Genjot Digitalisasi SPBU di Seluruh Indonesia

Diharapkan pekerjaan konstruksi ini dapat diselesaikan sesuai target pada kuartal ketiga tahun 2021 dan dioperasikan pada kuartal keempat tahun 2021.

Pada pekerjaan infrastruktur Kementerian PUPR menekankan empat hal. Pertama masalah kualitas di mana spesifikasi harus sesuai dengan kontrak. Kedua, masalah keamanan, diharapkan ada rencana yang jelas dari pelaksana di lapangan agar dapat mencapai zero accident. 

Ketiga, masalah kesehatan, diharapkan para pekerja di lapangan bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Keempat masalah lingkungan, diharapkan ada rencana supaya saat konstruksi berlangsung tidak terjadi banjir baik di tol maupun yang berdampak ke pemukiman masyarakat.

 

(Denny)

Share :

Pertamina Lubricants Salurkan Bantuan dan Ganti Oli Gratis untuk Warga Majene dan Mamuju

Tim Pertamina Lubricants Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, vitamin, perlengkapan sanitasi wanita dan bayi.

Read More
Protes Kenaikan Tarif Tol, Aptrindo: Alasan Peningkatan Pelayanan Itu Klise

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyayangkan kebijakan Jasa Marga (Persero) menaikkan tarif tol di enam ruas jalan mulai 17 Januari 2021.

Read More
Perluas Market, On-Trucks Akan Buka 14 Cabang di Seluruh Indonesia

Platform dengan slogan “safely delivered” ini berencana memperluas cabang di 14 kota besar di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler