Jakarta, MobilKomersial.com - Memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, salah satu perubahan regulasi yang dialami moda transportasi bus antarkota antarpropinsi adalah pembatasan jumlah penumpang, yang hanya boleh menampung 50 persen saja. 

Aturan ini juga sebelumnya telah diberlakukan, pada masa PSBB tahap awal, saat pandemi mulai masuk ke Indonesia.

Tentu saja, dengan diberlakukannya aturan ini akan berdampak pada biaya operasional yang makin berat bagi perusahaan otobus (PO). Untuk itu, wajar jika dilakukan sejumlah penyesuaian tarif. Seperti yang dilakukan oleh PO Haryanto.

Dalam pengumumannya, Haryanto memberikan skema harga tiket baru yang akan berlaku mulai Jumat 18 September nanti. Kenaikan harga baru itu diberlakukan, imbas dari pengurangan jumlah penumpang bus.

Baca juga : PSBB Jilid 2, Ini Penyesuaian Waktu Operasional Transjakarta

Tarif baru yang berlaku hanya dari arah Jakarta ke kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan arah sebaliknya berlaku normal.

Untuk jurusan Jawa Tengah seperti Kudus, Jepara, Pati, Tayu, Sukolilo, Salatiga, Solo, Wonogiri, Klaten dan Yogyakarta berlaku satu tarif. Yakni Rp 350 ribu.

Sedangkan untuk rute jurusan Jawa Timur berlaku dua tarif. Diantaranya untuk tujuan Lasem, Bangilan, Bojonegoro, Cepu, Ngawi, Madiun dan Ponorogo harga tiketnya Rp 370 ribu. Sedangkan tujuan Caruban, Nganjuk dan Jombang tarifnya dibanderol Rp 400 ribu.

 

(Denny)

Share :

Resmi Mengaspal, Segini Harga Lengkap Toyota New Fortuner

Model SUV Toyota anyar ini mengalami sejumlah pembaruan baik dari segi eksterior, interior maupun segi keamanan.

Read More
Ini Tarif Baru PO MGI September 2020

PO MGI sebagai operator bus antarkota rute Jabodetabek ke kota-kota Jawa Barat turut menyesuaikan tarif layanan mereka

Read More
Ini Tarif PO Budiman September 2020

Kenaikan tarif juga terpaksa dilakukan oleh PO Budiman, yang bermarkas di Tasikmalaya ini

Read More
honda

Terkini

Terpopuler