Jakarta, MobilKomersial.com - Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengingat jumlah pasien penderita Covid-19 yang semakin bertambah. Tentunya, dengan diberlakukannya kembali PSBB, masyarakat diharapkan tetap berada dirumah dan tidak bepergian, guna mencegah penyebaran virus.

Meskipun disarankan agar tetap berada dirumah, bagi masyarakat yang tetap ahrus beraktivitas, diwajibkan mengikuti semua peraturan yang berlaku. Salah satunya adalah penggunaan masker meski di dalam kendaraan pribadi.

Kini semua pengendara, baik roda dua maupun roda empat, wajib menggunakan masker. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Pasal 4 ayat 1 dalam aturan tersebut tertulis, setiap orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu. Salah satunya menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu ketika berada di luar rumah, berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, dan/atau menggunakan kendaraan bermotor. Artinya, pengguna kendaraan juga tetap harus menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu.

Baca juga : Awas! Ada Pemasangan Gelagar Jembatan di Tol Japek pada 16-17 September 2020

Jika tidak menggunakan masker meski di kendaraan bermotor, sanksinya diatur dalam Pasal 5. Setiap orang yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 60 menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp 250.000.

Aturan tersebut juga hanya berlaku saat kedapatan tidak menggunakan masker baru sekali. Jika tetap mengulangi pelanggaran tidak menggunakan masker, dikenakan sanksi kerja sosial atau denda, dengan sejumlah ketentuan, diantaranya:

a. pelanggaran berulang 1 (satu) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus dua puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah);

b. pelanggaran berulang 2 (dua) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); dan

c. pelanggaran berulang 3 (tiga) kali dan seterusnya dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

 

(Denny)

Share :

Peugeot Gandeng Total Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Grup Peugeot menggandeng Total untuk mendirikan pembangunan pabrik baterai guna mengakomodir kebutuhan energi kendaraan masa depan

Read More
Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Catat Jadwal Kompetisi Brio Virtual Drift Challenge 2020

Kompetisi ini diadakan lewat mobile game berbasis android yang menyajikan tingkat permainan dan visual berkualitas tinggi buatan Gameloft.

Read More
Pertashop Hadir Permudah Akses BBM ke Pelosok, Sekaligus Tingkatkan Ekonomi Desa

Hingga pertengahan September 2020 ini, Pertamina telah mengoperasikan Pertashop di 62 titik penyaluran yang tersebar di wilayah Jatimbalinus

Read More
honda

Terkini

Terpopuler