Jakarta, MobilKomersial.com - Pemerintah telah berencana untuk memproduksi sendiri baterai kendaraan listrik. Hal tersebut juga sesuai dengan upaya menjadikan Indonesia ramah lingkungan dengan mendukung adanya kendaraan listrik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga turut menegaskan, bahwa Indonesia akan mampu memproduksi baterai kendaraan listrik. Dilansir dari Antara, Luhut mengatakan, ditargetkan pada 2024 Indonesia sudah bisa memproduksi baterai litium tipe 811.

Menurut Luhut, Indonesia telah menandatangani kerja sama investasi pengembangan baterai litium dengan LG Chem dan CATL yang merupakan perusahaan asal Korea Selatan dan China yang memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

"Kami sudah tanda tangan (pengembangan) lithium battery dengan LG Chem dan CATL. Itu proposalnya sudah dibuat. Di samping itu skala project, timeline, sudah ada, investasi, insentif, semua sudah kita siapin. Kita berharap tahun 2024 kita sudah produksi lithium battery tipe terakhir yaitu 811," ujar Luhut.

Luhut juga menyinggung bahwa Indonesia sudah berpuluh tahun mengekspor material mentah. Padahal, bahan baku itu bisa diolah di dalam negeri.

Simak juga : Mengulik Ubahan Suzuki Ignis dan Skuter Listrik yang Jadi Hadiah Utama IMX 2020

Akhirnya, lanjut Luhut, pemerintah mendorong agar bisa dibangun smelter di Halmahera Tengah, bahan baku tembaga diambil dari Timika. Menurut dia, karena ada industri terintegrasi di Halmahera Tengah, diharapkan biaya produksinya juga akan lebih rendah.

"Kalau kita lakukan ini, kita akan dapat lagi nanti kabel tembaga, pipa tembaga, dan satu yang penting, asam sulfat. Ini kita butuhkan untuk bagian baterai litium. Jadi 75-80 persen baterai litium itu akan kita punya di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Luhut mengatakan saat ini momentum Indonesia untuk mengembangkan industri mobil listrik. Sebab, bahan baku pembuatan mobil listrik semuanya ada di Indonesia.

Menurut Luhut kandungan di bumi Indonesia bisa menjadi bahan baku pembuatan mobil listrik, mulai dari sasis hingga baterainya. Terlebih, membuat mobil listrik tidak serumit membuat mesin bahan bakar.

"Kenapa? karena dia (mobil listrik) hanya butuh lithium baterai, dan kedua motornya saja, dia tidak butuh engine," kata Luhut.

 

(Denny)

Share :

Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Catat Jadwal Kompetisi Brio Virtual Drift Challenge 2020

Kompetisi ini diadakan lewat mobile game berbasis android yang menyajikan tingkat permainan dan visual berkualitas tinggi buatan Gameloft.

Read More
Pertashop Hadir Permudah Akses BBM ke Pelosok, Sekaligus Tingkatkan Ekonomi Desa

Hingga pertengahan September 2020 ini, Pertamina telah mengoperasikan Pertashop di 62 titik penyaluran yang tersebar di wilayah Jatimbalinus

Read More
Mulai 27 September, Buka Tutup Lajur Diberlakukan di Gerbang Tol Gunung Putri

PT Jasamarga Metropolitan Tollroad akan melaksanakan pekerjaan perbaikan jembatan dan rekonstruksi pengerasan jalan di akses masuk Gunung Putri Ruas Tol Jagorawi

Read More
honda

Terkini

Terpopuler