Jakarta, MobilKomersial.com - Untuk menekan jumlah pasien akibat wabah covid-19 yang terus meningkat, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan kembali PSBB. Terhitung sejak Senin (14/09/2020) kemarin hingga 14 hari ke depan, PSBB DKI Jakarta mulai diberlakukan.

Guna mendukung PSBB yang kembali diterapkan tersebut, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Yustisi, Protokol Covid-19 di sejumlah wilayah, tersebar hampir di seluruh DKI Jakarta.

Sejumlah lokasi Operasi Yustisi yang digelar hari ini adalah di Kalideres Jakarta Barat, Bundaran HI Jakarta Pusat, kemudian wilayah Danau Sunter Jakarta Utara, Jl. Gatot Subroto Semanggi arah Slipi, Pasar Jumat, Kuningan, Asia Afrika, hingga Simpang Semper.

Kegiatan Operasi Yustisi ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga : PSBB DKI, Begini Aturan untuk Bus AKAP

Beberapa lokasi yang menjadi tempat Operasi Yustisi, selain petugas Kepolisian, ada juga dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang siap menindak warga masyarakat. Penindakan dilakukan kepada pengguna kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang tidak menggunakan masker.

Selain itu, petugas juga menindak mobil yang berisi lebih dari 50%, atau tidak menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak. 

Bagi pelanggar, akan dikenakan sanksi berupa denda. Jika keberatan, pelanggar akan diberikan sangsi untuk menyapu jalan raya dan bersih-bersih di sekitar posko. Sejumlah Posko Operasi Yustisi ini sendiri beroperasi mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB. 

Karonpenmas Mabes Polri Brigjen Pol AWi Setiyono lewat diskusi daring mengatakan, Polri berharap pemda-pemda yang akan melakukan yustisi dapat menyelesaikan pembuatan perda pada minggu ini. Kemudian, perda itu disosialisasikan kepada masyarakat dan baru diterapkan minggu depan.

“Penerapan yustisi ini, kami (harus) menggunakan perda sehingga bagi yang belum siap perdanya dipersilakan (menyelesaikan) minggu ini untuk menyosialisasikan secara masif. (Sementara ini) melakukan kegiatan persuasif apabila ada yang melakukan dilakukan peneguran,” kata Brigjen Pol Awi.

Simak juga : Gaungkan Program Langit Biru, Pertamina Tawarkan Pertalite Harga Khusus di Bali

Brigjen Pol Awi menerangkan dalam penindakan, Satpol PP, Polisi dan TNI, sifatnya hanya membantu.

“Bagi daerah yang (perda) sudah siap tinggal koordinasi dengan pengadilan dan kejaksaan. Bisa sidang di tempat. Namun, yang belum siap, bisa sidang di pengadilan,” tutur Brigjen Pol Awi.

Brigjen Pol Awi menjelaskan bentuk hukuman terhadap pelanggar itu tergantung dari ketentuan yang tertuang dalam perda. Nanti dilihat apakah pelanggarannya masuk kategori ringan, sedang, atau berat. Untuk yustisi ini yang paling akan menjadi perhatian adalah penggunaan masker.

 

(Denny)

Share :

Peugeot Gandeng Total Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Grup Peugeot menggandeng Total untuk mendirikan pembangunan pabrik baterai guna mengakomodir kebutuhan energi kendaraan masa depan

Read More
Berhadiah Puluhan Juta Rupiah, Catat Jadwal Kompetisi Brio Virtual Drift Challenge 2020

Kompetisi ini diadakan lewat mobile game berbasis android yang menyajikan tingkat permainan dan visual berkualitas tinggi buatan Gameloft.

Read More
Pertashop Hadir Permudah Akses BBM ke Pelosok, Sekaligus Tingkatkan Ekonomi Desa

Hingga pertengahan September 2020 ini, Pertamina telah mengoperasikan Pertashop di 62 titik penyaluran yang tersebar di wilayah Jatimbalinus

Read More
honda

Terkini

Terpopuler