Jakarta, MobilKomersial.com - Sebagai salah satu Perusahaan Otobus yang telah belasan tahun melayani perjalanan warga di Jabodetabek, tentunya Mayasari Bhakti sudah tak asing lagi. Bahkan banyak masyarakat yang memanfaatkan sejumlah perjalanan dari beberapa rute Mayasari Bhakti, sebagai transportasi utama untuk beraktivitas.

Tak heran, karena sejak dulu perusahaan transportasi ini sudah terkenal melayani rute-rute yang berada di beberapa kota satelit Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Depok hingga Bogor.

Memasuki usianya yang ke 14 tahun pada Agustus 2020 lalu, tentunya membuat PO bus ini semakin dipercaya masyarakat akan pelayanannya. Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri peminat pengguna bus semakin berkurang, mengingat semakin banyaknya armada Transjakarta dan JakLingko yang terintegrasi.

Beberapa rute yang dirasa sepi penumpang, ataupun sudah terlayani oleh transportasi lain, terpaksa harus ditutup. Lewat akun Instagram resminya, Mayasari Bhakti mengumumkan sejumlah penutupan rute.

Baca juga : Damri Tambah Bus Perintis di Bali, Tarifnya Mulai dari Rp 5.000

Salah satu rute yang dihentikan operasionalnya adalah P9B, rute Kampung Rambutan menuju ke Bekasi Barat via Cawang Uki, Pasar Rebo. Sebelumnya, untuk rute Kampung Rambutan-Bekasi Timur via tol Cikunir atau P9BT juga sudah dinonaktifkan oleh Mayasari Bakti. Sedangkan saat ini rute yang masih tersedia adalah P9BT via Cawang dan UKI.

Sebagai alternatif lainnya, penumpang dari Kampung Rambutan dapat menaiki bus TransJakarta menuju halte Cawang UKI. Kemudian menyambung bus ke arah Bekasi Barat tanpa dikenai biaya tambahan.

Selain itu, Mayasari Bhakti juga menghentikan operasional P14, rute Tanjung Priok menuju ke Tanah Abang Via Cempaka Mas-Cempaka Putih-Senen-Jati Baru. Untuk rute ini sebenarnya belum tersedia alternatif yang memudahkan, karena masih harus transit dari Commuter Line kemudian menggunakan JakLingko.

Penutupan sejumlah rute tersebut kemungkinan besar dikarenakan sepi nya penumpang, ditambah pandemi covid-19 yang membuat batasan aktivitas masyarakat, terutama yang berada di zona merah. 

Selain itu, tak bisa dipungkiri juga bahwa armada Transjakarta yang lebih nyaman dan keamanan yang lebih terjaga karena terdapat halte tertutup, membuat bus TransJakarta lebih dipilih para penumpang. Apalagi ongkos yang dikeluarkan juga lebih murah, yakni Rp 3.500 saja untuk perjalanan ke semua rute.

 

(Denny)

Share :

Ini Dia Bocoran Bus Listrik Damri Asal Korea

Damri dikabarkan akan segera melakukan uji coba satu unit bus listrik

Read More
Hasil Juara Kontes Livery, Seni Tari Dolalak Mejeng di Bus Sumber Alam

PO Sumber Alam mengaplikasikan desain livery yang menjadi pemenang kontes, pada bus pariwisata mereka

Read More
Deretan PO yang Mengoperasikan Bus Social Distancing

Saat ini, bus dengan konsep kursi berjarak atau social distancing sudah semakin digandrungi para pelaku transportasi darat di Indonesia.

Read More