Yogyakarta, MobilKomersial.com - PT Pertamina (Persero) kembali mendirikan 6 mini outle yakni Pertashop di hingga pelosok pedesaan tak terkecuali Yogyakarta.

Pjs. General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo menerangkan saat ini sudah tersedia 6 (enam) unit Pertashop di Provinsi DIY.

“3 unit Pertashop di Kabupaten Gunung Kidul yaitu Desa Sidoharjo, Girimulyo, dan Jurangrejo. 2 unit di Kabupaten Kulon Progo tepatnya di Desa Ngargosari dan Giripurwo. Sementara 1 unit yang baru saja diresmikan tanggal 29 Juli yaitu di Kabupaten Sleman, Desa Umbulharjo,” ungkap Pramono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/72020).

Terkait supply point, Pramono menjelaskan keenam Pertashop tersebut semuanya dipasok dari Fuel Terminal Rewulu.

Pramono berharap jumlah Pertashop di provinsi DIY akan terus bertambah seiring ketersediaan perangkat dan kesiapan lokasi desa yang dituju untuk didirikan Pertashop.

Menurut Pramono, Pertamina juga telah mengusung program “One Village One Outlet (OVOO)” dalam menjamin ketersediaan energi hingga daerah-daerah pelosok melalui Pertashop.

Harapannya di setiap kecamatan di seluruh Indonesia, khusunya di DIY, paling tidak terdapat satu outlet layanan Pertamina yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia nantinya.

“Kami membuka peluang kerjasama bagi pemerintah daerah maupun pihak lainnya yang tertarik untuk menjalankan usaha Pertashop dan utamanya belum tersedia layanan penyalur BBM dan LPG di tingkat desa atau kecamatan. Hal tersebut untuk mempercepat pencapaian OVOO dan juga dapat meningkatkan perekonomian desa,” terang Pramono.

Ia menambahkan, saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond).

Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerjasama yakni Skema Investasi oleh Pertamina dan Skema investasi oleh Lembaga di Desa.

“Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemerintah Daerah. Adapun penentuan skema, Pertamina menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra,” tambah Pramono.

Kendati dioperasikan di tengah desa, Pramono meyakinkan Pertashop yang dijalankan Pertamina telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan atau HSSE (Health, Safety, Security & Environment) dalam pengoperasiannya sehingga aman untuk dioperasikan di tengah masyarakat pedesaan.

“Dapat kami sampaikan bahwa Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mendapatkan produk BBM dan LPG di Lembaga penyalur resmi Pertamina,” imbuhnya.

Share :

Persiapan Libur Panjang, Polda Metro Jaya Dirikan Puluhan Pos Pengamanan Lalin

Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan 15 pos pengamanan di ruas jalan tol hingga jalan arteri saat libur cuti bersama.

Read More
Hino Indonesia Kembali Donasikan Alat Peraga ke Sekolah Kejuruan

HMMI memberikan donasi alat peraga bongkar pasang transmisi dan bongkar pasng ban kepada YAMABA dan SMK Negeri 3 Linggabuana, Purwakarta.

Read More
3 Minggu Gratis, Jasa Marga Catat 170 Ribu Kendaraan Melintasi Jalan Tol Ruas Manado-Danowudu

Sekitar 170 ribu kendaraan melintasi Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu terhitung tiga minggu atau 21 hari sejak diresmikan

Read More
honda

Terkini

Terpopuler