Jakarta, MobilKomersial.com - Dalam keadaan yang penuh ketidakpastian karena pandemi Covid-19, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencoba memetakan perubahan signifikan terkait regulasi pemerintah yang mempengaruhi bisnis di segmen kendaraan komersial di Indonesia.

Perubahan tersebut disebabkan oleh penerapan tegas regulasi anti ODOL (Over Load, Over Dimesion), implementasi bahan bakar bio solar B30, dan implementasi EURO4 pada kendaraan niaga.

Regulasi anti ODOL sebenarnya bukanlah sebuah kebijakan baru, namun dengan semakin tegasnya pemerintah mengatasi kendaraan niaga yang kelebihan muatan dan dimensi tersebut mengindikasikan keseriusan pemerintah menciptakan ekosistem yang sehat untuk pebisnis maupun untuk keselematan pengendara di jalan raya.

Dengan ditegaskannya penerapan aturan anti ODOL dari sudut pandang pengusaha truk akan menambah beban operasional dan tarif dasar logistik.

Para pengusaha harus mencari cara untuk dapat mengefisienkan biaya kepemilikan dan operasional kendaraan niaga.

Baca juga : Kisah Inspiratif Pria Lulusan SMK Juara Isuzu World Technical Skill Competition di Jepang

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan implementasi bahan bakar solar B30 pada kendaraan niaga, dengan kebijakan ini muncul kekhawatiran dari pengusaha pada kondisi kendaraan niaga yang mereka gunakan. 

Terkait hal ini, Isuzu telah melakukan studi serta penyesuaian, dan mereka menyatakan bahwa unitnya siap untuk menggunakan bahan bakar B30 selama tetap melakukan perawatan berkala. 

Sementara, terkait pandemi Covid -19, pemerintah mengambil langkah untuk menunda implementasi EURO4 pada kendaraan niaga yang direncanakan pada April 2021 ditunda menjadi April 2022. 

Isuzu sebagai bagian dari GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonsesia) menyetujui langkah pemerintah melakukan penundaan penerapan kebijakan EURO4. 

Share :

KNKT Soroti Kasus Kecelakaan Akibat Truk Over Load

”Dulu, ODOL lama dibiarkan tanpa penindakan, jadi kalau sekarang ingin memberantas ya perlu waktu. Apapun statistiknya, kecelakaan akibat ODOL cukup meningkat. Pemerintah sedang menggalakkan operasi ODOL saat ini.

Read More
Maung Pindad Siap Dibuat Versi Sipil, Harganya Rp 600 Jutaan

Maung sendiri merupakan kendaraan taktis ringan (rantis) yang dirancang sejak 2018 untuk keperluan militer dengan spesifikasi pertempuran jarak dekat.

Read More
Aptrindo: Dishub Wajib Tilang Pengguna Tanduk Truk

Wakil Ketua II DPP Aptrindo Sugi Purnoto menyayangkan pembiaran pengguna tanduk kendaraan. Menurut dia, penggunaan tanduk juga masuk dalam kategori overdimensi karena ditambahkan usai kendaraan di-KIR.

Read More