Jakarta, MobilKomersial.com - Suzuki Jimny merupakan mobil yang paling banyak diminati di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hingga saat ini, permintaan akan Jimny masih cukup tinggi membuat Suzuki Jepang bersusah payah memenuhi inden di berbagai negara.

Kendati demikian, hal itu tidak berlaku di Inggris yang akan menyuntik mati Suzuki Jimny 4x4.

Melansir dari laman Autocar, pihak Suzuki Inggris memutuskan untuk menyudahi produksi Jimny karena berkaitan dengan normas emisi CO2 yang ketat.

Baca juga : Suzuki Siap Produksi Jimny 5 Pintu di Penghujung 2020

Undang-undang Uni Eropa menetapkan target pengurangan emisi untuk mobil baru pada 2021, mewajibkan setiap pabrikan memiliki rata-rata emisi armada maksimum 95g. CO2 / km.

Sementara, Jimny yang dipasarkan di Eropa berkapasitas mesin bensin 1,5 liter K15B, bertransmisi manual 5 percepatan atau gearbox otomatis. Jimny memancarkan tingkat CO2 relatif tinggi, sekitar 154g/km atau 170g/km.

Indikasi suntik mati Jimny juga sebetulnya sudah tercium sejak Suzuki Inggris menyatakan hanya akan menjual SUV ikonis itu dalam jumlah terbatas pada tahun 2020.

Penjualan Jimny 4x4 akan berhenti setelah menghabiskan stok unit di dealer dan akan diprioritaskan untuk memenuhi pesanan konsumen yang sudah masuk dan akan terpenuhi selama empat atau lima bulan ke depan. 

Share :

Ekspor Mobil Suzuki pada Juli 2020 Naik 329 Persen

Suzuki XL7 menyumbang sebanyak 2.694 unit atau 54% dari total volume ekspor Suzuki disusul All New Ertiga.

Read More
Jaga  Kedekatan Konsumen, Diler-diler Mitsubishi Gelar Customer Gathering Virtual

Berbagai diler Mitsubishi mengadakan beragam inovasi dan cara baru untuk menjaga hubungan dengan konsumen loyal dan mengeksplor segemen potensial.

Read More
Muncul Dugaan AHM Monopoli Oli, PERDIPPI Ajak Masyarakat Kawal KPPU

Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) mengajak masyarakat untuk mengawal persidangan yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang telah berlangsung pada Selasa (11/08/2020), dengan kasus dugaan ti

Read More