Jakarta, MobilKomersial.com - Pandemi covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, membuat pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan berbagai upaya, guna mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas. Salah satu tindakan yang telah dilakukan adalah melarang mudik, dan melarang masyarakat kembali ke Jakarta. Walaupun aturan tersebut telah sedikit dilonggarkan, namun masyarakat yang akan bepergian keluar daerah diwajibkan memiliki Surat Ijin Keluar/Masuk (SIKM).

Meskipun tidak sedikit masyarakat yang terlanjur mudik dan berniat kembali ke Jakarta, Pemprov DKI bersama Kepolisian, TNI, dan Dishub telah melakukan penyekatan kembali, guna menghalau arus balik masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta. Dapat dipastikan, masyarakat yang tidak mengantongi SIKM, akan diminta putar balik kembali ke tempat asal.

Hal tersebut dilakukan sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 47 Tahun 2020, yang isinya bagi warga yang akan kembali ke Jakarta diwajibkan membawa SIKM. SIKM bisa diterbitkan untuk perjalanan dinas pekerja di 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama masa pandemi COVID-19.

Masyarakat disebut tidak bisa memalsukan SIKM. Bahkan, petugas di lapangan bisa dengan mudah membedakan SIKM asli dan yang palsu.

"Seluruh petugas di lapangan sudah dilengkapi dengan QR scan, artinya di handphone mereka sudah ada QR scanner yang tujuannya untuk membaca barcode yang ada di dalam SIKM," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam diskusi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang disiarkan secara langsung di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/5/2020) kemarin.

Baca juga : Ditlantas Polda Metro Jaya Putarbalikkan 2.989 Pengendara yang Tak Bisa Tunjukkan SIKM

Syafrin juga menyebut, secara visual pun petugas bisa langsung dengan mudah melakukan identifikasi SIKM. Sebab, di dalam SIKM sudah dilengkapi dengan foto diri.

"Bahwa pada saat mengajukan (SIKM) ada (syarat) KTP, kemudian yang bersangkutan menyampaikan foto diri, otomatis yang di KTP dengan foto diri sama, ini yang menjadi satu kesatuan dalam SIKM. Sehingga petugas di lapangan begitu ditunjukkan SIKM bisa melihat identik tidak foto diri dengan yang bersangkutan. Tapi kemudian jika itu dicurigai, maka akan diminta untuk di-scan," ujar Syafrin.

Adapun untuk masyarakat yang nekat memalsukan SIKM demi bisa keluar atau masuk Jakarta bakal dijerat sanksi yang cukup berat. 

Pemalsuan Surat atau manipulasi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara; dan/atau Pasal 35 dan Pasal 51 ayat 1, UU ITE No 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 12 miliar.

 

(Denny)

Share :

Ganjil Genap Jakarta Belum Diberlakukan, Ini Alasannya

Peraturan ganjil genap untuk kendaraan pribadi masih belum diberlakukan

Read More
IMX 2020 Bakal Digelar Secara Hybrid, Modifikator Bisa Bawa Pulang 1 Unit Mobil Suzuki

National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) sebagai penyelenggara Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 akan melakukan penyesuaian dengan kebiasaan-kebiasaan sesuai protokol kesehatan.

Read More
Simpang Susun Sentul Selatan Rampung, Durasi Perjalanan Jakarta-Bogor Bakal Lebih Singkat

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan pekerjaan konstruksi Simpang Susun Sentul Selatan dapat selesai 100% pada Minggu kedua Juli 2020

Read More
honda

Terkini

Terpopuler