Jakarta, MobilKomersial.com - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengakui bisnisnya turut terpukul pandemi virus corona yang menimpa berbagai sektor. Kondisi ini disebut juga berdampak terhadap pasar kendaraan niaga secara nasional.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, selama April 2020 penjualan ritel HMSI merosot sebesar 77 persen dari periode yang sama tahun lalu. penjualan dari diler ke konsumen tercatat 481 unit, sedangkan April 2019 mencapai 2.096 unit.

Selain itu, angka distribusi dari pabrik ke diler bus Hino selama April tercatat hanya 17 unit, padahal bulan sebelumnya masih 158 unit. Sementara truk model Dutro, Ranger, dan Profia terkoreksi 322 unit dari 1.010 unit.

Sementara periode Januari hingga April 2020 terkoreksi 49 persen atau 5.363 unit dari 10.528 unit pada periode yang sama tahun lalu. 

Baca juga : Belum Pikirkan Hadapi New Normal, Hino Fokus Penjualan dan Permintaan Sparepart

Chief Operating Officer HMSI, Santiko Wardoyo, lewat virtual conference bersama Forum Wartawan Otomotif Rabu (20/05/2020) lalu menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan permintaan dari sektor bus, khususnya pariwisata, yang nyaris mati suri terdampak wabah corona. Selain itu, pasar kendaraan niaga secara nasional diperkirakan turun hingga lebih dari 40 persen selama April 2020.

"Bicara mobil komersial, untuk market kendaraan niaga turun lebih dari 40 persen. Apalagi kita lihat bulan Mei ini agak pendek jadi akan mempengaruhi juga. Apalagi kasus covid-19 meningkat terus," ujar Santiko.

Meskipun demikian, masih ada sejumlah sektor yang aktif beroperasi dan mengajukan permintaan ke diler, seperti kargo, logging, CPO, dan mining, sambil juga untuk melakukan peremajaan. Walaupun sektor bus hingga kini mati suri, khususnya pariwisata.

Dalam situasi perpanjangan PSBB seperti sekarang ini, Hino juga masih menghentikan sementara aktivitas produksi kendaraannya hingga 5 Juni 2020. 

Senior Executive Officer Aftersales Services & Technical HMSI, Irwan Supriyono dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan, walaupun sejumlah wilayah Indonesia ada yang menerapkan PSBB, sejumlah outlet Hino tetap melayani konsumen untuk perbaikan secara terbatas.

"Ada sekitar 44 outlet yang terkena PSBB, tapi kita tetap mendapat izin untuk operasional secara terbatas. Konsumen bisa tetap gunakan home service," tuturnya.

 

(Denny)

Share :

Ribuan Kendaraan Dari Jateng Mengarah Jakarta Diputarbalikkan

Personil gabungan TNI/Polri, Dinas Perhubungan, hingga Kamis (28/5/2020) ini, telah menghalau sebanyak 1.085 kendaraan dari Jawa Tengah yang akan menuju ke Jakarta

Read More
Percepat Tes Swab, BNPB dan BIN Kirim Mobil Laboratorium Covid-19 ke Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat bantuan mobil laboratorium oleh BNPB dan BIN

Read More
Jasa Marga Persiapkan Teknologi Bayar Tol Tanpa Berhenti

PT Jasa Marga juga sedang melakukan persiapan menghadapi masa new normal

Read More