Jakarta, MobilKomersial.com - Sebagai upaya untuk menurunkan jumlah angka kecelakaan di jalan raya, Kementerian Perhubungan telah melakukan terobosan kebijakan penggunaan alat pemantul cahaya tambahan (stiker reflektor) untuk kendaraan komersial, khususnya truk berukuran besar dan bus.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat KP.3996/AJ.502/DRJD/2019 menjadi pedoman utama para pemilik truk dan bus dalam memasang stiker reflektor. 

Di dalamnya disebutkan kendaraan yang wajib dipasang stiker pemantul cahaya adalah truk yang mempunyai JBB paling sedikit 7,5 ton dan atau kendaraan dengan enam roda. 

Apabila truk tersebut tidak dilengkapi dengan stiker reflektor, maka tidak akan lulus uji tipe bagi produksi baru atau tidak lulus uji berkala bagi yang telah beroperasi.

Baca juga : Jadi Garda Terdepan Layani Masyarakat, Pengusaha Truk Keluhkan Sulitnya Dapatkan APD

Sementara itu, warna dan ukuran stiker reflector yang digunakan harus didasarkan oleh ketentuan sebagai berikut :

1. Merah. Warna merah digunakan di bagian belakang kendaraan. Ketentuannya, stiker setidaknya memiliki lebar 600 mm dan tinggi 50 mm. Warna merah digunakan sebagai simbol jaga jarak bagi kendaraan yang ada di belakang.

2. Kuning. Warna kuning ditempel pada bagian samping mobil bus dan mobil barang. Ketentuan ukuran stiker reflektor warna kuning yakni dengan lebar 600 mm dengan tinggi 50 mm.

3. Putih. Warna putih ditempel pada bagian depan kereta gandengan dan kereta tempelan. Ketentuan ukuran stiker ini yakni 600 mm pada bagian lebarnya dan 50 mm untuk ketinggiannya.

Share :

Pandemi Corona Meluas, Detroit Auto Show 2020 Resmi Ditunda

Pembatalan NAIAS 2020 berawal dari sebuah memo yang dikirim pihak penyelenggara acara kepada sponsor pada hari Sabtu, 28 Maret 2020 lalu.

Read More
Ditlantas Polda Metro Tegaskan Tidak Ada Penutupan Jalan di Jakarta

Sempat beredar luas melalui pesan berantai mengenai rencana penutupan jalan dan penutupan tol di wilayah DKI Jakarta, untuk mengisolasi wilayah DKI Jakarta.

Read More
Bantu Tangani Corona, Mercedes-Benz Tawarkan Printer 3D untuk Cetak Alat Medis

Mercedes-Benz telah mengumpulkan pengalaman dalam penelitian dan penerapan manufaktur aditif selama sekitar 30 tahun. Di sektor mobil penumpang, pencetakan 3D biasanya digunakan dalam konstruksi prototipe dan produksi seri kecil.

Read More