Jakarta, MobilKomersial.com - Merebaknya virus corona di wilayah Indonesia membuat larangan beraktifitas, termasuk keluar rumah mulai diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah memberikan himbauan, agar masyarakat bisa sekolah di rumah, beribadah di rumah, dan bekerja di rumah. Hal tersebut tentunya sangat baik, karena bisa benar-benar memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Namun di sisi lain, ada yang terkena dampak langsung saat masyarakat berada di rumah dan berhenti dari segala aktifitasnya. Yaitu Perusahaan Otobus yang melayani rute Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

Berhentinya aktifitas masyarakat, membuat penumpang bus AKAP menurun drastis. Ditambah, pemerintah juga melarang masyarakat untuk pulang kampung, karena terdapat resiko menyebarkan virus corona terhadap masyarakat di kampung halaman, yang justru seharusnya bisa terbebas dari penyebaran virus.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan saat dihubungi MobilKomersial.com, Sabtu (21/03/2020) menjelaskan bahwa memang penurunan penumpang bus AKAP sangat drastis.

“Kalau menyebut angka, penurunan penumpang AKAP sudah turun sekitar 70%, itu untuk jarak jauh, sedangkan untuk jarak dekat masih sekitar 60% penurunannya,” tutur Sani.

Baca juga : Pengusaha Bus Pariwisata Sebut Omsetnya 'Nyungsep' Imbas Wabah Corona

Melihat anjloknya jumlah penumpang, tentu Perusahaan Otobus harus memutar otak, bagaimana cara membiayai operasional harian yang sebagian besar dibiayai dari penghasilan perjalanan.

“Tentu dengan turunnya 70% penumpang, operasional tidak mencukupi dan semua bergantung pada kekuatan cash flow masing-masing management PO,” tambahnya.

Pastinya untuk mengatasi permasalahan ini bukanlah hal mudah, karena situasi pandemik corona adalah hal baru, dan yang dihadapi adalah wabah virus yang menyerang manusia.

Untuk itu, Kurnia Lesani Adnan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Angkutan Orang Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengatakan, melalui DPP Organda pihaknya telah mengirimkan surat ke OJK untuk memberikan stimulus terhadap pengusaha angkutan dalam keadaan sekarang ini.

“Kami juga bersurat ke Kemenkeu untuk menyikapi perihal yang berkaitan dengan perpajakan dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan,” tutup Sani.

 

(Denny)

Share :

New Normal Diterapkan, Tarif Tiket Bus Bakal Disesuaikan

Kemenhub berencana menaikkan tarif angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada situasi normal baru dengan menyesuaikan kebijakan PSBB.

Read More
Damri Layani Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia

Damri sebagai Badan Usaha Milik Negara turut mendukung program Pemerintah, dengan membantu melayani kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang tiba di tanah air untuk melakukan karantina

Read More
Karoseri Tentrem Rilis Varian Baru Avante H7X yang Tampil Tanpa 'Bando'

Saat sejumlah operator bus terfokus menyelamatkan perekonomian bisnis transportasinya yang merosot, salah satu karoseri tertua itu diam-diam merilis bodi bus varian baru dari produknya, yakni Avante H7X.

Read More