Jakarta, MobilKomersial.com - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjamin kualitas tinggi untuk produk bus nya baik itu mesin dan sasis. Mereka mengklaim, bus Hino dirancang dengan kualitas dan keselamatan sesuai standar kualitas yang tinggi. 

Dari hasil road test yang dilakukan Hino untuk tipe Hino Bus RN 285, dimana Hino melakukan road test dari terminal Pulo Gebang, Jakarta sampai terminal Purbaya, Surabaya pulang pergi (PP) temperatur oli tetap stabil.

Dapat terlihat dari hasil road test tersebut, Hino Bus RN 285 dengan kapasitas oli 12 Liter sangat andal digunakan di Tol Transjawa karena temperatur oli tetap stabil dan tidak panas. Bahkan temperatur oli selama tes terus di bawah nilai standar flash point dari temperatur oli. 

Hasil ini memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi para pengusaha otobus atau PO, karena bus ini sangat tepat dan andal untuk digunakan sebagai transportasi jarak jauh seperti rute Tol Trans Jawa.

"Sehingga bisnis lebih efisien karena perawatan atau penggunaan oli yang lebih sedikit ditambah dengan suku cadang bus Hino yang ekonomis dan terjangkau serta perawatan yang rutin membuat bus Hino semakin ekonomis dan efisien sebagai partner bisnis," ujar Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI.

Baca juga : Hibah Bus dari Pemerintah Jepang Jadi Tonggak Lahirnya Hino di Indonesia

Tentunya ini memberi nilai lebih bagi pengusaha bus untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya operasional dimana ini merupakan prinsip Total Support Hino kepada pelanggan setianya.

“Bus kami memang terkenal tangguh dan jagoaan dalam cari duit, untuk itu customer terus loyal dengan bus Hino dan ini dapat dibuktikan dengan Bus Hino di tahun 2019 terus menjadi market leader di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 65%," pungkas Santiko.

Sebagi buktinya, Hino memberikan apresiasi kepada PO Kramat Djati, PO Sinar Jaya dan PO Harapan Jaya atas capaian pada total 42 unit dari ketiga PO tersebut yang menggunakan Hino Bus RN 285 berhasil mencapai jarak tempuh 1 juta kilometer tanpa overhaul.

“Tanpa overhaul ini, tentunya membuat para pengusaha menjadi lebih hemat, dan menguntungkan secara bisnis. Karena operasional kendaraan menjadi lebih maksimal. Tanpa overhaul, armada bus tidak harus masuk ke bengkel dalam waktu lama, sekitar 5 – 7 hari. Sehingga bis bisa terus cari duit," tutup Santiko.

Share :

Damri Lakukan Penyesuaian Jadwal Operasional

Terus meningkatnya penyebaran virus Covid-19 di tanah air, membuat Damri kembali mengambil kebijakan melakukan penyesuaian operasional dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 atau virus Corona

Read More
Pengusaha Bus Tunggu Kepastian Pemerintah

Para pengusaha bus masih menunggu kepastian pembatasan akses sarana transportasi keluar masuk DKI Jakarta.

Read More
BPTJ Layangkan Surat Penghentian Operasional Transportasi di Jakarta, Kemenhub: Masih Tunggu Kemenkes

Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan transportasi umum di kawasan Jabodetabek.

Read More