Ungaran, MobilKomersial.com - Awal tahun menjadi momen bagi Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia untuk menambah armadanya, sambil mempersiapkan momen mudik saat lebaran tiba.

Salah satu Perusahaan Otobus yang kembali menambah armadanya adalah PO KYM Trans.

Seperti armada milik KYM Trans lainnya yang sudah beroperasi, bus baru ini tampil dengan bodi bergambar karakter lucu Hello Kitty.

Bahkan salah satu bus barunya menggunakan warna dasar merah muda, yang semakin membuat karakter Hello Kitty di bodi bus semakin imut dan lucu.

Baca juga : Enam Unit Bus Trans Banjarmasin Resmi Beroperasi

Terdapat dua unit bus yang baru selesai diproduksi oleh Karoseri Laksana asal Ungaran.

Kedua bus tersebut menggunakan sasis paling laris di Indonesia, Hino RK8 R260, berbalut SR2 XHD Prime.

Belum diketahui pasti, apakah kedua bus ini akan dioperasikan sebagai armada regular Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) milik KYM Trans, atau sebagai armada pariwisata untuk disewakan.

KYM Trans yang berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur ini merupakan perusahaan yang menyewakan armada bus untuk beberapa wilayah di Jawa, Bali, hingga Lombok.

Tetapi juga memiliki rute perjalanan bus AKAP yang melayani beberapa kota di Jawa Tengah seperti Klaten, Magelang, Delanggu, Yogyakarta, dan Jakarta. 

 

(Denny)

Share :

Penghentian Operasional Bus Jurusan Jakarta, Kemenhub Sebut Masih Imbauan

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi masih akan mengkaji ulang mengenai penghentian operasional bus AKAP di Jakarta

Read More
Presiden Jokowi: Ada 14 Ribu Penumpang Bus Keluar dari Jabodetabek

Jokowi menyebut angka tersebut diakumulasikan dengan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi atau moda transportasi lainnya. Untuk itu, dia meminta agar ada pergerakan untuk membatasi jumlah orang yang berpindah ke tempat lain.

Read More
Mulai Sore Ini, Dishub DKI Hentikan Layanan Bus Jurusan Jakarta

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerbitkan surat penghentian layanan bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dan bus Pariwisata, guna mencegah penyebaran wabah virus corona.

Read More