Jakarta, MobilKomersial.com - Hobi memang tidak bisa dinilai dengan uang. berbicara kepuasan batin memang menjadi hal paling penting yang tiada bandingannya.

Seperti yang dilakukan oleh para pecinta miniatur atau replika bus yang tergabung dalam wadah Indonesia AutoBus Replica Society atau disingkat dengan sebutan IARS.

IARS adalah sebuat wadah yg terdiri dari sekumpulan penyuka, pengkoleksi miniatur bu plus sekaligus para pengrajinnya. 

Baca juga : Serunya Kopdar Para Pecinta Replika Bus di CFD Jakarta

Komuitas ini berdiri sejak 11 November 2011 bertempat di Kota Bandung, Jawa Barat yang diprakarsai oleh Sunarya Hadi (Owner Segundo Automodel) dan Hardy (Owner Mini Transport).

"Kami berusaha mengenalkan miniatur bus ke masyarakat umum, tidak hanya para penyuka bus tapi juga ke masyarakat yang mencintai karya seni asli Indonesia," ujar Teguh Yulianto, salah satu Admin IARS saat ditemui di area CFD Bunderan HI, Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Teguh menyebut, banyak sekali pengrajin miniatur bus yang membuat versi kecil dari bus yang mungkin menjadi favorit atau bahkan memiliki kenangan dari para penyukanya sehingga ingin mengabadikan dalam bentuk miniatur bus.

"Seperti contohnya saya, menyukai bus karena ada kenangan masa kecil saat ingin mudik ke Wonogiri menggunakan bus. Jadi suka banget ama bus, dan akhirnya karena jarang naik bus lagi terkendala waktu dan cuti jadi mengalihkannya ke miniatur bus," pungkas Teguh.

Share :

Profil Pemilik My Nitro, Muchlis: Bisa Isi Angin Ban Nitrogen dengan Cashless dan Self Service

Sejak awal berdiri pada 2012 lalu, sang pemilik Muchlis mengatakan bahwa, peluang untuk mengembangkan bisnis ini masih cukup besar.

Read More
Mengenal Kyoko Shimada, Wanita Pertama yang Menjadi Desainer Mobil di Jepang

Untuk memberikan konteks situasi saat itu, Kyoko bergabung dengan Nissan 19 tahun sebelum Undang-Undang Kesetaraan Kesempatan Kerja untuk Pria dan Wanita mulai berlaku di Jepang.

Read More
Kisah Inspiratif Pria Lulusan SMK  Juara Isuzu World Technical Skill Competition di Jepang

Joko menyampaikan bahwa ia mencoba seleksi hingga 4 tahun berturut turut sebelum akhirnya membawa pulang piala dari negri sakura.

Read More