Kemudian, pada periode 2014-2016, terbentuklah sebuah Perseroan Terbatas (PT) dan mulai ekspansi dari melayani koridor menjadi menjangkau lebih luas dengan rute-rute pengumpan.

Selepas tahun 2016, Transjakarta hingga kini telah menerapkan sistem tiket multimoda terintegrasi dengan jadwal real time dan terlacak.

Di awal kehadirannya, tepatnya 1 Februari 2004, diberlakukan tarif Rp 2.000, untuk kemudian kembali disesuaikan menjadi Rp 3.500 pada 2012 hingga sekarang.

Dua tahun kemudian (2006) Transjakarta mengoperasikan dua koridor baru, yaitu Pulogadung - Harmoni (Koridor 2) dan Kalideres - PasarBaru (Koridor 3). 

Simak juga : Transjakarta Uji Coba Layanan Wayfinding di Koridor 1

Tepat 27 Januari 2007 terdapat tambahan operasional empat koridor baru, yaitu Pulogadung - Dukuh Atas (Koridor 4), Ancol - Kampung Melayu (Koridor 5), Dukuh Atas 2 - Ragunan (Koridor 6), Kampung Melayu - Kampung Rambutan (Koridor 7). 

Beberapa bus Transjakarta Koridor 3 mulai melalui rute yang baru pada 10 Febuari 2008. Kemudian, pada 10 September 2008 telah beroperasi secara resmi Halte Grogol dan Halte Sumber Waras. 

Pada akhirnya Koridor 8 resmi beroperasi pada 21 Februari 2009 melayani Lebak Bulus - Harmoni.

Pada 2010 dibuka koridor baru, yaitu rute Pluit - Pinang Ranti (Koridor 9) dan rute PGC - Cililitan (Koridor 10). 

Share :

Pengusaha Bus Pariwisata Minta Relaksasi Kredit Kendaraan

Pebparindo berharap adanya sinergi antara pihak pemerintah dan perbankan, non-bank, OJK, serta Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) tentang restrukturisasi tersebut segera diimplementasikan secara serentak.

Read More
Organda Sumatera Barat Setop Operasional Bus Antarprovinsi

Organisasai Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat menyatakan telah menghentikan semua operasional bus antarprovinsi milik 12 perusahaan.

Read More
Ini Alasan Mengapa Hino RK8 Jadi Favorit di Indonesia

Salah satu sasis yang paling laris di Indonesia adalah milik Hino, yakni Hino RK8

Read More