Jakarta, MobilKomersial.com - Bunyi berdecit yang tidak wajar pada bagian pengereman terkadang mengganggu kenyamanan dalam berkendara. Jika sudah timbul bunyi dari bagian-bagian tersebut disebabkan oleh rem atau kampas kopling.

Bunyi berdecit yang ditimbulkan oleh rem biasanya disebabkan oleh piringan kampas rem atau kopling yang sudah tidak rata. Kampas kopling yang tidak rata ini disebabkan oleh bagian permukaan cakram yang sering mengalami benturan.

Gesekan kampas kopling yang terjadi saat mobil sedang berjalan bisa mengakibatkan bagian permukaan cakram tersebut panas dan tentu bisa membuat piringan tersebut mudah penyok. 

Bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Berikut cara menghilangkan bunyi akibat rem mobil bermasalah.

 

Rem kotor

Bunyi berdecit timbul biasanya karena banyaknya kotoran yang menempel pada rem menjadi keras. Kotoran yang menumpuk akan bergesekan dengan piringan/tromol. Untuk mengatasinya kita perlu membawanya ke tempat cuci mobil dan tunggu sampai kering. Cara lainnya Anda dapat membersihkan sendiri kampas rem tersebut di rumah. 

Caranya cukup mudah yaitu gunakan cairan khusus untuk membersihkan bagian kampas rem mobil. Anda bisa menyemprotkan carian Wealthy Brake Cleaner pada bagian yang bermasalah. Cairan ini aman dan efektif menghapus debu, oli, kotoran, lemak dan minyak rem pada disc, drum rem dan kopling.

Namun akan lebih baik dan maksimal jika anda membawanya ke bengkel, karena di bengkel sistem pengereman mobil Anda akan dibongkar kemudian dibersihkan seluruh bagiannya.

Share :

Kecelakaan Mengintai, Persiapkan Hal Ini Sekarang!

Sebelum terlambat, lebih baik persiapan lebih dini

Read More
Jangan Salah Vulkanisir Ban Truk!

Ban vulkanisir hanya direkomendasikan digunakan pada sisi belakang truk. Hal ini atas pertimbangan keamanan, sebab ban pada sisi depan kendaraan pergerakannya lebih dinamis ketimbang belakang.

Read More
Sopir Harus memastikan Ini Agar Truk Bisa 'Ngerem' Dengan Baik!

Irwan Supriyono memberikan saran untuk pengemudi truk bagaimana cara pengereman terbaik

Read More