Jakarta, MobilKomersial.com - Karoseri ternama asal Jawa Tengah, Laksana, memiliki bodi bus andalan yaitu dari Legacy Sky SR-2. 

Ada dua model masing-masing adalah All New Legacy Sky SR-2 XHD Prime dan All New Legacy Sky SR-2 HD Prime. 

Kedua model dipasarkan sebagai cara Laksana untuk merespon tren pasar, yakni hadirnya bus berdimensi besar dengan dek kabin tinggi dengan kaca depan ganda (double glass). 

Varian All New Legacy Sky SR-2 XHD Prime hanya diperuntukkan bus-bus yang memiliki rasio berat kotor atau gross vehicle ratio (GVW) 18 ton ke atas. 

Sementara, model Legacy Sky SR-2 HD Prime diperuntukkan buat bus dengan GVW di bawah 18 ton.

Baca juga : Bejeu Pesan 6 Unit Bus Dari Laksana, 2 Sudah Mengaspal

Dengan demikian, varian Legacy Sky SR-2 XHD Prime hanya diperuntukkan buat chassis bus premium seperti Mercedes-Benz OH 1836, Mercedes-Benz OH 2542, Scania K360 atau Scania K410. 

Sementara, seri All New Legacy Sky Sr-2 HD Prima, diperuntukkan buat sasis bus biasa. Misalnya, Hino R260, Hino R285, Mercedes-Benz OH 1526 dan Mercedes-Benz OH 1626.

Beberapa pelanggan kalangan perusahaan otobus (PO) yang sudah memesan model terbaru All New Legacy Sky SR-2 ini antara lain, PO M Trans dan PO Putera Mulya. 

Pihak Laksana mengklaim dua seri bus buatannya ini adalah 100 persen karya anak bangsa, mencakup proses desainnya sampai produksi.

Share :

Bus Hidrogen Hyundai Bakal Jadi Armada Bandara Incheon Korsel

Incheon International Airport Corporation (IIAC) di Korea Selatan dalam lima tahun ke depan rencananya akan mengganti armada bus bandara dengan kendaraan bertenaga listrik.

Read More
New Normal Diterapkan, Tarif Tiket Bus Bakal Disesuaikan

Kemenhub berencana menaikkan tarif angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada situasi normal baru dengan menyesuaikan kebijakan PSBB.

Read More
Damri Layani Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia

Damri sebagai Badan Usaha Milik Negara turut mendukung program Pemerintah, dengan membantu melayani kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang tiba di tanah air untuk melakukan karantina

Read More