Jakarta, MobilKomersial.com - Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2019, Astra Isuzu mengadakan kegiatan After Sales Service. Kegiatan tersebut diantaranya Seremoni Penyerahan Dana Program Santunan Sopir, Program After Sales Spesial Hari Pelanggan, Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) Update, dan Part Center Jakarta (Update).

Dalam kegiatan pertama, Divisi Pelayanan After Sales Astra Isuzu melakukan silaturahmi kepada keluarga ahli waris para sopir.

Penyerahan Simbolis Program Santunan Sopir diberikan langsung oleh Heri Wasesa, After Sales Service Division Head Astra Isuzu dan didampingi oleh Anjar Kisworo, Service Department Head dan Dedi Santosa, Parts & Accesories Department Head.

Acara penyerahan ini juga didampingi oleh Kepala Seksi Penanganan Sampah, Nazirwan,S.T. dan Kepala UPTD Perbengkelan, Mulyono,S.T. sebagai perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

“Program Santunan Sopir merupakan program unggulan dari Astra Isuzu yang diluncurkan sejak tahun 2006. Program ini sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Isuzu. Sasaran utama program ini yaitu para sopir yang mengemudikan kendaraan Isuzu dan melakukan service rutin kendaraannya di bengkel resmi Astra Isuzu,” ujar Heri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/9).

Pelanggan Astra Isuzu yang mendapatkan program santunan sopir ini adalah ahli waris yang merupakan salah satu sopir dari instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, dengan ahli waris Euis Rosyifa Cahyaningrat, Istri (Alm) Muh. Arif Budiman.

Dalam program ini, pengemudi yang berhak mengikuti program Santunan Sopir harus memenuhi beberapa hal seperti berusia 17 sampai 60 tahun, memiliki SIM A atau SIM B yang masih berlaku dan melakukan service di bengkel Astra Isuzu serta ditujukan hanya untuk pengguna Isuzu Giga, Elf, Traga, Panther Pick Up, dan Panther box.

Pengemudi yang memenuhi syarat tersebut di atas akan didaftarkan dan mendapatkan kartu registrasi Santunan Sopir yang berlaku selama 3 bulan sejak tanggal service kendaraan. Seseorang hanya dapat memperoleh maksimal 1 kartu registrasi selama masa berlakunya kartu tersebut.

Adapun kondisi yang dapat memungkinkan untuk melakukan klaim santunan sopir yaitu
Mengalami cidera atau meninggal dunia akibat kecelakaan.

Kecelakaan yang dimaksud yaitu benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi) atau gas atau api yang datangnya dari luar (faktor eksternal) terhadap badan (jasmani) seseorang yang mengakibatkan kematian atau cacat atau luka yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter.
Kecelakaan yang dimaksud tidak harus sedang menggunakan kendaraan Isuzu.

"Besarnya nilai santunan untuk yang meninggal dunia akibat kecelakaan mendapat santunan sebesar Rp 20 juta. Untuk biaya perawatan rumah sakit dan obat-obatan mendapat santunan maksimal sebesar Rp 2 juta yang dilakukan dalam 1 kali proses klaim (tidak bersifat akumulatif)," tutur Heri.

Share :

Menperin Minta Tunda Zero ODOL, Aptrindo: Jalankan Sesuai Rencana, Tapi Harus Ada yang Diperbaiki

Jakarta, MobilKomersial.com - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan ketidaksepakatannya terhadap permintaan Kementerian Perindustrian untuk menunda kebijakan menghapus truk-truk over dimensi dan over load (ODOL) di jalan pada tahun 2021.

Read More
Kemenperin Minta Kebijakan Truk Zero ODOL Ditunda Hingga 2025

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melalui surat bernomor 872/M-IND/12/2019 bertanggal 31 Desember 2019.

Read More
Mitsubishi Fuso Sediakan Gratis Pengecekan dan Diskon Jasa Servis Akibat Banjir

Sebagai bentuk pelayanan 'Fuso Care Truck Sehat Pasca Banjir' untuk pelanggan, Mitsubishi Fuso siap memberikan pelayanan di tempat untuk kendaraan yang terkena banjir.

Read More