MobilKomersial.com – Sinar Jaya, perusahaan otobus yang berdiri tahun 1982 ini memiliki banyak pelanggan setia. Kenapa? Karena harga yang terjangkau dan nyaman. Bus yang memiliki warna pelangi di liverynya ini terkenal juga memiliki aramda yang banyak. Hampir semua jurusan ada.

Untuk armadanya, hampir semua karoseri besar pernah dijajal untuk menggarap busnya. Mulai dari PT.Adi Putro Wirasejati, Laksana Bus Coach & builder Ungaran, Rahayu Santosa, dan Restu Ibu.

Tapi, ada yang unik dengan Sinar Jaya. Apa?

Beberapa PO di Indonesia ada yang setia pada satu sasis saja lho. Salah satunya PO Sinar Jaya. Operator bus yang satu ini memang terkenal loyal menggunakan sasis Hino. Mungkin saja, ini memang sudah menjadi strategi perusahaan. Produk Hino memang terbilang jauh lebih terjangkau dari pada produk lain. Karena saat ini, bisa dibilang Hino adalah satu-satunya pabrikan jepang yang masing memproduksi sasis bus. Lainnya brand eropa dan cina.

Walaupun saat ini banyak PO lain yang sudah menggunakan sasis bus eropa seperti Scania dan Mercedes-Benz, Sinar Jaya tetap setia menggunakan sasis pabrikan Jepang tersebut.

Beberapa sasis bus yang digunakan seperti Hino seri RG yang akhirnya berganti dengan seri RK8. Selain itu juga menggunakan sasis bus kelas premium seperti RN 285 dan RK Turbo.

Namun untuk bus tingkat yang dimiliki Sinar Jaya berbeda. Sasisnya menggunakan pabrikan eropa, yakni Mercedes-Benz. Ini juga karena Hino memang tidak memproduksi bus Maxi. Mungkin kalau Hino ada sasis yang sesuai dengan bus tingkat, Sinara Jaya bakal pakai Hino terus..

 

Share :

Keren! Bus SHD Karoseri Laksana Ini Didesain Buat 'Nyenyak Tidur', Kaya Apa Sih?

Di dalam kabin, bus yang diketahui punya PO Sinar Jaya ini punya desain sleeper dengan kursi yang bisa buat 'selonjoran'.

Read More
Volvo Kebanjiran Orderan Bus di Abu Dhabi

Departemen Transportasi Abu Dhabi kini telah memesan 168 coach Volvo antarkota premium.

Read More
Ini Nama Perusahaan Otobus Pertama yang Menggunakan Sasis Scania di Indonesia

Scania bersaing dengan Mercedes-Benz, Volvo dan juga Hino.

Read More