Mobilkomersial.com - Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu (6/7), pelayanan bus Damri dari beberapa titik di Jabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta sempat tak beroperasi karena aksi mogok sopir. 

Namun, aksi mogok tersebut hanya berlangsung dari pagi hari hingga siang hari.

Usut punya usut, penyebab mogok massal tersebut karena Damri akan menerapkan sistem e-ticketing yang meniadakan kondektur di dalam bus.

Waduh, berarti profesi kondektur terancam dong?

Dikutip dari detik.com, menjelaskan bahwa, dengan system e-ticket, layanan helper (kondektur) di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan. Namun perlu digarisbawahi bahwa layanan helper tidak pernah dihilangkan. Layanan helper dipindahkan dari dalam bus ke luar bus (off board).

Selain itu, para pengemudi juga menuntut kondektur yang sudah tak bekerja di Damri untuk direkrut kembali. Setia mengatakan, kondektur-kondektur sudah tak bekerja karena tak lulus dalam tes yang disesuaikan dengan aturan pemerintah. Pasalnya, selama ini kondektur-kondektur tersebut hanya direkrut oleh pengemudi dan tak memiliki status ikatan kerja sebagai pegawai.

"Di lain pihak, Damri melakukan pembenahan status helper dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status sesuai aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh pengemudi. Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang helper, hanya 90 orang yang lulus," terang Setia.

Share :

Honda ADV150 Resmi Mengaspal. Harga Rp 33,5 Juta Hingga Rp 36,5 Juta
GIIAS 2019 Resmi Dibuka Hari Ini oleh Jusuf Kalla

Mengusung tema 'Future in Motion', yang diartikan sebagai sebuah gerakan pengaruh teknologi pada kendaraan listrik, otonom, dan digital, GIIAS 2019 akan menampilkan transformasi teknologi dari industri otomotif melalui beragam program sepanjang penyelengg

Read More
Mau Tiket VIP dan Press Day GIIAS Gratis? Buruan Masuk Sini!

Hanya awak media dan tamu VIP yang diperbolehkan masuk di hari pertama GIIAS.

Read More