Jakarta, MobilKomersial.com - Kementerian Perhubungan saat ini tengah mengkaji penggunaan transportasi alternatif baru angkutan perkotaan massal di Indonesia, O-Bahn namanya.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentu perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya dengan mengoptimalisasikan angkutan massal,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi beberapa hari lalu.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan bahwa dengan seiring dengan perkembangan teknologi, muncul moda angkutan masal seperti O-Bahn.

"Moda transportasi yang hadir dengan biaya lebih murah dibandingkan LRT, namun sedikit lebih mahal dibandingkan dengan BRT," terangnya.

Baca juga : Penuhi Target di 2025, IOI Dukung Pemerintah Kembangkan Kendaraan Listrik

Dijelaskan dia, kapasitasnya lebih besar daripada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar daripada busway karena pihaknya harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta.

"Karena itu, kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka, kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan pemda dan stakeholder terkait,” tukas Zulfikri.

Simak juga : Puluhan Mobil Baru Akan Meluncur di GIIAS 2019, World Premiere Juga Ada Lho..

O-Bahn merupakan bagian dari sistem transit bus cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Sistem transportasi publik yang pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman, itu saat ini sudah digunakan di sejumlah negara, seperti Australia dan Jepang.

Share :

Honda ADV150 Resmi Mengaspal. Harga Rp 33,5 Juta Hingga Rp 36,5 Juta
GIIAS 2019 Resmi Dibuka Hari Ini oleh Jusuf Kalla

Mengusung tema 'Future in Motion', yang diartikan sebagai sebuah gerakan pengaruh teknologi pada kendaraan listrik, otonom, dan digital, GIIAS 2019 akan menampilkan transformasi teknologi dari industri otomotif melalui beragam program sepanjang penyelengg

Read More
Mau Tiket VIP dan Press Day GIIAS Gratis? Buruan Masuk Sini!

Hanya awak media dan tamu VIP yang diperbolehkan masuk di hari pertama GIIAS.

Read More