terminal purabaya (foto : Merdeka.com)

Terminal Purabaya Siagakan 150 Unit Bus Cadangan untuk Pemudik

Surabaya, MobilKomersial.com – Penumpang jurusan Solo, Banyuwangi, dan Malang mendominasi jalur keberangkatan pada arus mudik hingga H-6 di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.

“Penumpang paling padat sebenarnya pada Sabtu pagi hingga malam Minggu. Bahkan sampai dini hari. Karena terus menumpuk, kami operasikan bus cadangan,” kata Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Hardjo, Minggu (10/6/2018).

Berdasarkan laporan posko Terpadu Mudik di Terminal Purabaya, pada Sabtu hingga Minggu dini hari tadi tercatat ada 53.686 penumpang memadati Terminal Purabaya.

Jumlah penumpang itu terdiri atas penumpang Bus Ekonomi sebanyak 37.500 dan bus Patas sebanyak 15.886. Mereka diangkut dengan 1.198 bus sesuai kelas bus.

Penumpang bus jurusan Solo kelas Ekonomi mencapai 7.902 dan Patas 3.351 penumpang. Kemudian jurusan Banyuwangi sebanyak 6.681 ekonomi dan Patas 2.886. Penumpang Malang Ekonomi 6.507 dan 2.912 Patas.

Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Hardjo menuturkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 150 unit bus cadangan. Bus Pariwisata ini siap dioperasikan saat terjadi penumpukan penumpang hingga keleleran.

Harga tiket

Bagaimana dengan tiket? Untuk kelas Ekonomi berlaku tarif batas atas. Namun tarif batas atas bus Non Patas jalur pendek ini hampir mirip dengan tarif hari biasa. Hanya selisih di kisaran Rp 3000.

Misalnya, untuk jurusan Malang saat hari biasa tiketnya Rp 13.000 saat arus mudik sekitar Rp 15.000. Sementara untuk Banyuwangi bertarif batas atas Rp 55.000. Ke Tulungagung beratif Rp 28.000.

Namun untuk bus Patas rata-rata naik hingga 40 persen. Salah satunya Bus Patas Rukun Jaya Surabaya-Blitar via Pare. Jika sebelumnya Surabaya-Pare Rp 30.000 saat ini bertarif Rp 55.000.

“Kalau bus Patas diserahkan mekanisme pasar. Silakan penumpang memilih sesuai kelas bus,” kata Kepala UPT Terminal Suranaya Indra Gani.

 

Sumber : surya.co.id

Tinggalkan Balasan