Sebanyak 364 Bus Salawat Sudah Mulai Beroperasi Layani Rute Masjidil Haram, Bus Angkutan Haji 2017 Akan Berkelir Promosi Indonesia

Dukung Sistem Metro, Arab Saudi Sediakan 3.500 Bus Modern

Berita Terkini Bus Bus & Truk Mancanegara

Jakarta, MobilKomersial.com – Perusahaan Transportasi Umum Arab Saudi (SAPTCO) telah membuat peta arah dalam transportasi yang disediakan bagi delapan juta warga di ibukota Riyadh. Transportasi baru itu dibentuk menjelang peluncuran sistem metro di Riyadh.

Akhir tahun ini, bus yang ada Khat Al-Balad akan digantikan oleh bus kota modern. Sistem transportasi umum di Riyadh memiliki sebanyak 3.500 bus. Jumlah transportasi itu akan mencakup lima ribu destinasi pada 300 jalur yang melewati seribu persimpangan lalu lintas. Sistem transportasi ini akan memiliki 750 unit onboard, perangkat untuk menghitung penumpang, sistem kontrol sinyal lalu lintas dan empat ribu informasi penumpang yang bersifat real-time (RTPI).

Menurut seorang pejabat senior SAPTCO, perusahaan tersebut akan mengoperasikan bus ke berbagai tujuan dengan menetapkan harga sekitar 3 riyal hingga 5 riyal. Di samping itu, penumpang akan bisa mengakses layanan menggunakan kartu prabayar elektronik.

“Jaringan bus yang baru akan memberikan layanan berkualitas kepada penumpang,” kata pejabat senior SAPTCO tersebut, dilansir di Saudi Gazette, Kamis (15/3).

Dikatakannya, bus akan tersedia untuk semua bagian ibu kota dari pusat kota Riyadh. Satu bagian bus akan dimulai dari Aziziya, selatan Riyadh. Bus tersebut akan membawa penumpang ke tujuan di utara. Sementara bus yang beroperasi dari King Fahd Stadium, timur Riyadh, akan membawa penumpang ke Diplomatic Quarter di wilayah barat.

Bus akan tersedia dari dan ke stasiun metro. Sementara itu, jaringan bus yang baru ini juga akan memenuhi kebutuhan daerah pemukiman yang baru di kota Riyadh. Menurut pejabat tersebut, stasiun bus dirancang untuk memenuhi persyaratan di masa kini dan masa mendatang.

Tujuan utama sistem transportasi umum yang baru ini, dikatakannya untuk mengurangi penggunaan mobil oleh warga di ibukota. Hal itu untuk menghindari kemacetan, mencegah polusi, dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

Selain itu, para penumpang bisa melakukan perjalanan dengan kereta dan bus metro dengan menggunakan tiket yang sama atau kartu prabayar yang sama. Ia menambahkan, bahwa semua bus akan memiliki warna yang sama. “Bus Riyadh baru akan memiliki fasilitas canggih untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang,” lanjutnya.

Dia menuturkan, sistem bus memiliki empat pusat operasi dan perawatan, bengkel dan toko untuk suku cadang, kantor administrasi untuk karyawan dan tempat parkir di malam hari. Bus, menurutnya, akan beroperasi berdasarkan sistem kontrol dan komunikasi yang canggih.

Sementara itu, armada bus akan memiliki ruang kontrol operasi. Di samping, kantor untuk menangani kecelakaan dan pelatihan anggota staf.

Jaringan bus adalah bagian dari proyek Transportasi Publik King Abdulaziz di Riyadh, yang akan membawa perubahan revolusioner dalam sistem transportasi ibu kota. Sedangkan jaringan metro merupakan tulang punggung sistem transportasi umum Riyadh.

Dengan enam jalur pada total sepanjang 176 km dan 85 stasiun metro, jaringan metro tersebut akan mencakup sebagian besar wilayah berpenduduk padat, fasilitas umum, institusi pendidikan, daerah komersial dan lembaga medis.

Jaringan tersebut akan terhubung ke Bandara Internasional Raja Khalid dan Distrik Finansial King Abdullah, universitas utama, pusat kota dan pusat transportasi umum.

Sistem metro akan memiliki enam jalur. Jalur pertama (garis biru) dengan sepanjang 38 km akan melewati jalan Olaya, Batha, Al-Hayer, dengan panjang total 38 km. Sedangkan jalur kedua (merah) melewati King Abdullah Road, dengan panjang total 25,3 km.

Jalur ketiga (oranye) melewati Jalan Madinah, Jalan Pangeran Saad Bin Abdurrahman I, dengan panjang total 40,7 km. Sementara jalur keempat (kuning) dengan panjang 30 km membawa penumpang ke Bandara Internasional Raja Khalid dan kembali.

Jalur kelima (hijau) melewati King Abdulaziz Road, dengan panjang total 12,9 km. Sedangkan jalur keenam (violet) melewati Jalan Abdurrahman Bin Auf dan Jalan Sheikh Hassan Bin Hussain Bin Ali, dengan panjang total 30 km.

Teknologi terbaru telah dimasukkan ke dalam desain jaringan metro. Karenanya, kereta akan berjalan otomatis (tanpa supir). Ruang kontrol pusat akan digunakan untuk mengoperasikan dan memantau kereta dengan presisi tinggi. Sementara sekitar 42 persen jaringan metro melewati terowongan bawah tanah.

 

Sumber: Republika.co.id

Hits: 197

Tinggalkan Balasan