Mesin-diesel-ertiga

Optimalkan Kinerja Mesin Diesel Dengan Cara Ini

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Galat basis data WordPress: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `wp_options`

Optimalkan Kinerja Mesin Diesel Dengan Cara Ini

Jakarta, MobilKomersial.com – Mesin mobil yang ada di Indonesia saat ini semakin beragam, ada yang bermesin bensin, diesel, dan yang baru-baru ini muncul tenaga listrik dan hybrid. Tentu saja perawatan dari masing-masing mesin tersebut berbeda, juga penggunaan bahan bakarnya.

Kali ini MobilKomersial ingin memberikan sedikit informasi untuk merawat salah satu mesin yang disebutkan diatas. Mesin diesel, mesin yang paling populer di gunakan untuk kendaraan berat seperti truk, bus dan kendaraan industrial lainnya. Tetapi, mesin diesel di eropa lebih banyak digunakan untuk kendaraan pribadi yang berbanding terbalik dengan Indonesia yang mayoritas kendaraannya bermesin bensin.

Semakin berkembangya teknologi, kini membuat mesin diesel cukup digandrungi sebagian masyarakat Indonesia. Karena saat ini mesin diesel sudah dilengkapi dengan common rail direct injection atau turborcharger yang dapat menghasilkan tenaga dan torsi yang optimal.

Untuk itu beberapa petunjuk yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar solar perlu diperhatikan sehingga mengganggu kenyamanan perjalanan termasuk optimalisasi kinerja mesin mobil.

Pertama, gunakan solar berkualitas baik atau bersulfur rendah, terutama pada mesin diesel yang menggunakan teknologi common rail injection, sehingga tidak terjadi penyumbatan pada saluran valve common rail yang bisa menyababkan mobil macet.

Kedua, ganti filter solar secara rutin untuk meminimalkan kotoran yang masuk ke dalam mesin diesel, mengoptimalkan performanya, dan mengurangi asap hitam yang dapat muncul dari knalpot
Disarankan penggantian filter solar setiap 16.000 km.

Ketiga, hindari mematikan mesin secara instan khususnya mesin diesel yang menggunakan turbocharger, sebaiknya tunggu sekitar 3 menit sebelum mematikannya. Jedah ini untuk mendinginkan oil cooler pada sistem turbo sehingga usia dari perangkat tersebut bisa lebih panjang.

Keempat, panaskan mobil kurang lebih 5 menit setiap pagi, sebelum menjalankan mobil, sehingga meratakan oli di sekitar mesin agar memberikan proteksi maksimal.

Kelima, hindari tangki kosong. Ini sangat penting untuk diingat. Saat tangki berisi 1/3 dari kapasitas, segera mengisinya solar. Jika tangki kehabisan solar, Anda harus memompa injection pump karena sifat solar tidak menguap.

 

Tinggalkan Balasan